Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pasien Cacar Monyet Boleh Mandi tapi Tak Boleh Gosok Bagian Keropeng

Maulana Ijal • Minggu, 18 September 2022 | 20:24 WIB
Ilustrasi cacar monyet
Ilustrasi cacar monyet
Jakarta, RADARJEMBER.ID - Keropeng yang muncul pada pasien cacar monyet disarankan agar tak disentuh karena akan lepas sendirinya seiring waktu. Demikian dikatakan Ketua Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Hanny Nilasari, seperti dikutip dari ANTARA.

https://radarjember.jawapos.com/kesehatan/18/09/2022/pakar-kesehatan-sejumlah-hal-dapat-menjadi-sebab-puting-terasa-gatal/

Hanny menjelaskan, keropeng muncul setelah pasien memasuki fase erupsi kulit yang didahului adanya bercak merah, kemudian bintil, lenting. Kondisi ini terjadi setelah virus masuk ke tubuhnya dan bertambah banyak.

"Memang waktunya agak panjang biasanya 14-21 hari baru keropengnya lepas. Dan hati-hati keropeng itu masih punya atau potensial untuk menularkan infeksinya," katanya.

Menurut Hanny, pasien boleh mandi atau membersihkan tubuhnya, namun tak boleh menggosok bagian keropeng. Dia juga membolehkan pasien menggunakan sabun antiseptik atau sabun dengan pelembap.

Keropeng tersebut, jelas dia, sebaiknya dibiarkan tetap kering dan bila ada tanda-tanda infeksi semisal nanah berlebih atau keropeng berwarna kuning kehijauan, dokter akan memberikan salep sesuai gejala yang muncul.

"Bagusnya ditutup dengan kasa menghindari lesi berkontak dengan kulit (orang lain atau benda) karena transmisi bisa dimungkinkan misal dengan sarung bantal, guling, seprei, handuk," katanya.

Hanny mengatakan menurut beberapa laporan, kulit yang mengalami keropeng akan memunculkan bekas yang bervariasi seperti hiperpigmentasi atau berwarna gelap hingga bekas luka yang cekung ke dalam.

Namun, ini bisa diobati melalui pengobatan khusus luka. Kulit, kata Hanny, fleksibel dan memiliki kemampuan memperbaiki strukturnya seiring waktu.

"Jadi dalam 30 hari umumnya hipermegtansinya akan hilang kemudian scar akan hilang. Nanti kalau setelah 30 hari masih ada (bekas) kemudian malah makin memberat tentu harus ke fasilitas kesehatan untuk penanganan scar-nya," sarannya.

Dia menambahkan, demi mencegah terkena cacar monyet, orang-orang harus menjaga kebersihan tangannya, tetap menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

"Hand hygiene nomor satu, gunakan masker dan jaga jarak itu tetap menjadi prinsip dari mengurangi kontak dan potensial terjadinya infeksi. Ditambah dengan gaya hidup dan mental sehat," pesannya. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : Pixabay

Sumber Berita : Antara Editor : Maulana Ijal
#cacar monyet #Penyakit