BACA JUGA : APBD Jember Tekor Rp 150 Miliar, Anggaran OPD Boros Harus Dipangkas
“Ada beberapa (ancaman), tapi aku menganggap itu hal wajar. Aku merasa itu bagian dari pekerjaan, profesi, pilihan hidup bikin sebagian orang nggak tenang,” aku Najwa Shihab. Menurut Najwa, topik dia angkat memang cukup sensitif tentang isu-isu aktual. Ada saja pihak merasa terganggu atas hasil liputan investigasi dilakukan bersama tim.
“Ada orang-orang yang punya kuasa merasa terganggu kekuasaannya, ada orang yang merasa kepentingannya tercederai,” lanjut Najwa Shihab. Dia juga mengakui memang sering mengejar narasumber yang berasal dari politisi supaya mendapatkan inti dari topik yang dibicarakan. Karena Najwa Shihab tahu betul bahwa politisi kerap ngeles dan tidak mau bicara sebenarnya.
Najwa Shihab juga mengaku ibunya yang paling ketakutan ketika dia ‘terlalu’ berani mengangkat isu tertentu. Bahkan, ketika menonton dirinya di televisi, sang ibunda selalu berdoa. “Mama sampai sekarang, setiap kali nonton aku sambil shalawatan,” tutur dia.Sementara sang ayahanda, Quraish Shihab, hanya dulu yang selalu mengingatkan Najwa Shihab.
Belakangan hal itu tidak dilakukan lagi. “Mungkin sudah lebih pasrah kali ya anaknya begitu,” katanya. Najwa Shihab kerap mengangkat isu-isu aktual yang menjadi sorotan publik bukan tanpa alasan. Dia ingin hasil dari tema yang diangkat dapat membawa kemaslahatan bagi publik luas.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Fot:YouTube Ngobrol Asix
Sumber Berita:jawapos.com
.
Editor : Safitri