Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pencopotan Fadel Muhammad Wakil Ketua MPR Diwarnai Kisruh

Safitri • Rabu, 14 September 2022 | 20:30 WIB
Caption: Mantan Gubernur Gorontalo itu dicopot usai Sidang Paripurna DPD pada 18 Agustus 2022 dan dibungkus melalui penyampaian mosi tidak percaya oleh puluhan Anggota DPD untuk menarik Fadel dari jabatan wakil ketua MPR.
Caption: Mantan Gubernur Gorontalo itu dicopot usai Sidang Paripurna DPD pada 18 Agustus 2022 dan dibungkus melalui penyampaian mosi tidak percaya oleh puluhan Anggota DPD untuk menarik Fadel dari jabatan wakil ketua MPR.
JAKARTA, RADARJEMBER.ID - Angelo Wake Kako Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Pimpinan DPD agar bertanggungjawab atas kisruh dalam pergantian Wakil Ketua MPR dari unsur senator.

BACA JUGA : Hingga Awal September 2022, Tersedia 530.028 Lowongan untuk ASN

Pasalnya, pergantian itu membuat marwah DPD dipandang sinis oleh publik. “Jangan sampai energi kita dihabiskan ke isu yang tidak substantif seperti pergantian Wakil Ketua MPR,” tegas Angelo di Gedung DPD RI, Jakarta.

Angelo juga menekankan, bahwa tugas terbesar pimpinan dan seluruh Anggota DPD adalah penguatan terhadap kelembagaan perwakilan daerah yang selama ini kurang kuat dalam menjalankan kewenangannya.

Karena itu, ia meminta kepada seluruh pimpinan DPD yang berjumlah empat orang agar solid dan memutuskan sesuatu dengan cara kolektif kolegial karena mereka semua adalah speaker lembaga perwakilah rakyat.

“Harus akur semua dan jangan membuat kisruh lembaga,” wanti-wanti dia. Angelo mengungkap awal kekisruhan di lembaga DPD berawal dari pencopotan Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad tanpa melalui mekanisme sebagaimana mestinya.

Mantan Gubernur Gorontalo itu dicopot usai Sidang Paripurna DPD pada 18 Agustus 2022 yang dibungkus dengan penyampaian mosi tidak percaya oleh puluhan Anggota DPD untuk menarik Fadel dari jabatan wakil ketua MPR.

Padahal agenda awal dalam Sidang Paripurna DPD itu kata dia adalah untuk melaporkan kinerja Wakil Ketua MPR dari unsur DPD selama tiga tahun ini. Tapi, tiba-tiba berubah menjadi proses politik pelengseran.

“Awalnya saya juga ikut menandatangani mosi tidak percaya itu karena Pimpinan DPD mengklaim telah melakukan rapat pimpinan (rapim) dan juga Badan Musyawarah (bamus),” kata dia.

Namun di tengah jalan kata dia ternyata dua pimpinan DPD yaitu, Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan Baktiar Najamudin menarik kembali mosi tidak percaya terhadap Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad.

“Jadi ini membuktikan proses pergantian Wakil Ketua MPR ada yang tidak klir dan ada pihak yang mengangkangi,” tudingnya.

Mundurnya, dua Wakil Ketua DPD, Angelo mengaku telah mencabut tanda tangan dan dukungan mosi tidak percaya terhadap Fadel Muhammad.“Jujur saya merasa dibohongi pimpinan,” pungkas Angelo. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

  Editor : Safitri
#Politik