Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Politikus Golkar Minta Pemerintah Serius Tangani Kebocoran Data Pribadi

Safitri • Senin, 12 September 2022 | 22:31 WIB
Caption: Christina Aryani,  Anggota Komisi I DPR RI menyesalkan sering terjadinya kebocoran data kementerian/lembaga. Karena itu, keamanan siber masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi bagi Pemerintah.
Caption: Christina Aryani,  Anggota Komisi I DPR RI menyesalkan sering terjadinya kebocoran data kementerian/lembaga. Karena itu, keamanan siber masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi bagi Pemerintah.
JAKARTA, RADARJEMBER.ID-“Pengamanan dan pelindungan data harus diakui menjadi pekerjaan rumah yang perlu dipikirkan secara serius oleh pemerintah tidak terkecuali oleh pihak-pihak lain yang menghimpun data masyarakat, termasuk pihak swasta. Fakta bahwa keamanan data di Indonesia rentan bobol harus kita akui. Kejadian kebocoran data bukan hanya terjadi satu dua kali tapi sudah teramat sering,” kata Christina kepada wartawan, Senin (12/9).

BACA JUGA : Penghargaan dari Pemerintah Perancis kepada Menteri Hadi Tjahjanto  

Politikus Partai Golkar ini tak memungkiri, peristiwa yang secara berulang terjadi ini menjadi perhatian serius parlemen. Dia menegaskan, pihaknya selalu mendorong perlunya peta jalan untuk keamanan siber, namun sampai saat ini belum juga terlihat hasilnya. “Bagi kami adanya peta jalan (roadmap) keamanan siber akan membantu optimalisasi perlindungan siber di Indonesia. Jangan sampai terjadi seperti sekarang, saling melempar tanggung jawab antar lembaga atau institusi, “ungkap Politikus golkar tersebut.

Legislator Golkar ini memandang kejadian berulang peretasan data pribadi, baik yang terjadi pada data masyarakat maupun data pejabat negara menjadi pelecut percepatan pengesahan RUU Pelindungan Data Pribadi. Hal ini penting untuk menjaga setiap data terhimpun di kementerian/lembaga, maupun swasta. “Kehadiran ketentuan yang jelas mengenai sanksi administrasi atau pidana terhadap pengendali/prosesor data yang lalai dalam mengelola data masyarakat akan menumbuhkan kepercayaan publik.” tegas Christina.

Di sisi lain, isu keamanan siber dan tentunya keamanan data yang belakangan ramai dibicarakan masyarakat memberikan optimisme, betapa pentingnya data pribadi. Sehingga harus dijamin pelindungannya. “Ini pertanda baik bangsa Indonesia terus beranjak naik kelas yang sejatinya juga harus diikuti dengan kerja keras pemerintah memastikan seluruh perangkatnya memiliki kesadaran yang sama dengan masyarakat kita,” tegas Christina.

Sebagaimana diketahui, masalah kebocoran data pribadi kembali menguat dalam beberapa hari belakangan ini. Peretas dengan nama Bjorka membocorkan data figur-figur di pemerintahan melalui akun media sosial Twitter @bjorkanism. Dalam akun media sosialnya, Bjorka mempublikasikan data pribadi, mulai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate hingga Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Ilustrasi:Istimewa

Sumber Berita:jawapos.com

 

  Editor : Safitri
#Hacker