BACA JUGA : Amankan Aksi Tolak BBM, Lima Personel Polresta Banda Aceh Luka
"Kami dari pihak kepolisian selalu akomodir berbagai unjuk rasa, karena ini adalah negara demokrasi. Tetapi kami harapkan tidak berbuat yang anarkis," katanya kepada wartawan di Kupang, Kamis.
Hal ini disampaikan berkaitan dengan maraknya unjuk rasa yang digelar mahasiswa serta pengemudi kendaraan umum di NTT di beberapa daerah hampir berujung ke anarkis.
Setyo mengatakan, aksi-aksi unjuk rasa itu tentunya akan berkaitan dengan masyarakat. Karena itu diharapkan para pengunjuk rasa tetap santun dalam menyampaikan aspirasinya.
"Satu sisi banyak masyarakat punya kepentingan. Karena itu unjuk rasa diharapkan tidak mengganggu masyarakat yang lain,” ujarnya.
Karena itu tambah komandan berbintang dua itu, baik yang berunjuk rasa maupun masyarakat umum tetap saling menjaga.
"Artinya bahwa unjuk rasa yang dilakukan tetap pada batas-batas koridor yang sudah ditentukan, dan tidak dilakukan untuk mengganggu kepentingan orang lain," tambahnya.
Mantan Penyidik KPK itu menambahkan bahwa unjuk rasa yang dilakukan juga diharapkan harus melalui proses izin di polres setempat.
Hal ini bertujuan agar aparat kepolisian bisa mengawal dan menjaga jalannya unjuk rasa itu berjalan dengan baik dan tanpa aksi-aksi anarkis.
Dia juga berharap agar pimpinan DPRD atau kepala daerah bisa membantu beraudiensi dengan para pengunjuk rasa dan menerima serta menampung aspirasi masyarakat.
"Yang jadi masalah kalau tidak diterima untuk audiensi, kita juga yang repot," katanya. (*)
Editor : Yerri Arintoko Aji
Foto : ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Sumber Berita : Antara Editor : Safitri