Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Amankan Aksi Tolak BBM, Lima Personel Polresta Banda Aceh Luka

Safitri • Kamis, 8 September 2022 | 22:39 WIB
Caption Foto :  Polisi saat bertugas mengamankan aksi demo mahasiswa terkait kenaikan BBM di gedung DPRA, di Banda Aceh, Rabu (7/9/2022)
Caption Foto :  Polisi saat bertugas mengamankan aksi demo mahasiswa terkait kenaikan BBM di gedung DPRA, di Banda Aceh, Rabu (7/9/2022)
Banda Aceh, RADARJEMBER.ID – Gelombang penolakan kenaikan harga BBM kembali terjadi. Aksi mahasiswa ke gedung DPR dilakukan mahasiswa UIN Ar-raniry Banda Aceh. Jalannya aksi diwarnai kericuhan yang mengakibatkan korban luka-luka dari pihak kepolisian.

BACA JUGA : Eltinus Bupati Timika Ditangkap KPK Terkait Kasus Korupsi Gereja

Aparat kepolisian yang mengalami luka-luka saat mengamankan aksi mahasiswa UIN Ar-raniry Banda Aceh di gedung DPR Aceh bertambah menjadi lima orang dan semuanya telah mendapatkan perawatan medis.

"Dari aksi tersebut diketahui lima aparat kepolisian mengalami luka-luka di bagian wajah, kaki dan tangan hingga berdarah," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Rabu malam.

Para petugas keamanan tersebut, kata Joko, mengalami luka akibat terkena lemparan batu oleh massa yang melakukan aksi, sehingga perlu dilakukan perawatan oleh medis.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa tiga personel polisi luka-luka saat mengamankan aksi mahasiswa terkait penolakan kenaikan BBM di gedung DPR Aceh itu. Kemudian, usai unjuk rasa dilaporkan kembali menjadi lima orang.

Joko menyampaikan, aksi mahasiswa itu awalnya berjalan damai, dan mereka memaksa masuk dengan cara mendorong pintu pagar yang dijaga ketat petugas.

Karena tidak diizinkan masuk, para mahasiswa kemudian melemparkan batu ke arah gedung dewan dengan sasaran aparat keamanan, sehingga sejumlah polisi dari Polresta Banda Aceh mengalami luka dan berdarah.

“Mahasiswa tak menerima arahan 10 orang saja yang masuk, sehingga melakukan serangkaian aksi kerusuhan yang menyebabkan robohnya pintu pagar DPRA,” ujarnya.

Setelah itu, mahasiswa mulai melemparkan batu ke arah petugas sehingga akhirnya dilakukan penyemprotan air melalui armada water cannon ke arah pendemo, dan mencoba membubarkan massa dengan melepaskan gas air mata.

“Saat itu, massa terus melempar batu yang telah disiapkan di saku baju almamater. Lalu, polisi berbaju preman mengejar para mahasiswa," katanya.

Kemudian, lanjut Joko, massa dari UIN Ar-raniry Banda Aceh itu juga membakar enam papan bunga dan merusak 28 papan bunga lainnya milik forum Florist.

"Selain merusak fasilitas negara dan fasilitas umum mereka juga merusak dan membakar barang milik orang lain dalam aksi tersebut," terang Kapolresta. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : ANTARA/Rahmat Fajri

Sumber Berita : Antara Editor : Safitri
#BBM