BACA JUGA : Cekcok Usai Kegiatan Pramuka, Santri Gontor Dianiaya Hingga Tewas
"Kami mendukung kenaikan harga BBM subsidi sebagaimana ketentuan pemerintah sejak beberapa hari lalu," kata Ketua GTI Sulut Risat Sanger, di Manado, Selasa.
Risat mengatakan berdasarkan rilis yang dikeluarkan BIN bahwa BBM subsidi 70 persennya dinikmati oleh orang-orang mampu.
Sehingga, kata dia, diharapkan BBM bersubsidi bisa dirasakan masyarakat kurang mampu.
Dia menjelaskan, naiknya harga BBM, pasti akan diikuti oleh peningkatan harga kebutuhan pokok dan sektor lainnya.
Sehingga, dia meminta, pemerintah untuk mengintervensi pasar termasuk harga sembako maupun harga-harga yang lain.
Bilamana ditemukan kenaikan harga tidak wajar, maka pemerintah harus segera intervensi.
Juga, katanya, soal harga tarif transportasi, harus diintervensi apabila terjadi kenaikan tidak wajar.
"Kenaikan harga itu harus sesuai peruntukannya supaya masyarakat tidak cemas,” ungkapnya.
Kenaikan harga BBM bersubsidi pertalite dari Rp 7.650,00 per liter menjadi Rp 10 ribu/liter; solar bersubsidi dari Rp 5.150,00/liter menjadi Rp 6.800,00/liter; dan pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500,00/liter menjadi Rp 14.500,00/liter yang berlaku sejak Sabtu, 3 September 2022, pukul 14.30 WIB. (*)
Editor : Yerri Arintoko Aji
Foto : ANTARA/Nancy L Tigauw.
Sumber Berita : Antara Editor : Safitri