Curiga Selingkuh, Suami Nekat Siram Istri Gunakan Bensin

Safitri • Dipublikasikan Jumat, 2 September 2022 | 18:08 WIB
Caption: Kondisi rumah Ayu dan Kusnan yang acak-acakan setelah bertikai, kemarin. Sang suami curiga si istri selingkuh karena usai mengikuti senam pagi tidak segera kembali ke rumah.
Caption: Kondisi rumah Ayu dan Kusnan yang acak-acakan setelah bertikai, kemarin. Sang suami curiga si istri selingkuh karena usai mengikuti senam pagi tidak segera kembali ke rumah.
MOJOKERTO,RADARJEMBER.ID - Dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Perumahan Grand Sawahan Asri Blok C9, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, kemarin pagi.

BACA JUGA : Survei: Dipasangkan dengan Anies atau Ganjar, Airlangga Capres Teratas

Akibat terbakar api cemburu, seorang istri disulut puntung rokok hingga hendak dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 06.30 kemarin itu dialami Ayu Riskiyah Ningsih, 30.

Diakuinya, biduk rumah tangganya bersama sang suami, Kusnan Hadi Siswoyo alias Mantrung, 45, goyah sejak beberapa pekan terakhir. Ketidakharmonisan pasutri itu memuncak hingga Ayu menjadi sasaran amukan suaminya kemarin.

”Pipi kiri saya sempat disulut puntung rokok waktu cekcok. Sampai saya sama pembantu mau dibakar,” terang Ayu pada Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kemarin. Pertikaian rumah tangga itu bermula saat korban menerima pesan singkat dari suaminya kemarin dini hari.

”Subuh (kemarin) dia whatsapp saya supaya kesini (rumah). Kalau saya nggak datang, rumah ini hancur, gitu isinya. Permasalahannya sepele, dia nuduh saya selingkuh. Gara-gara waktu itu (beberapa waktu lalu) saya pamit senam, dua jam HP saya mati.” imbuh dia.

Dikiranya selingkuh, padahal nggak ngapa-ngapain. Niat menyelesaikan masalah, Ayu yang beberapa hari terakhir pulang ke rumah orang tuanya, akhirnya memutuskan pulang. Namun sesampainya di rumah, Ayu bersama ibu, pembantu, dan anak, disambut amarah Mantrung.

Ruang tamu diacak-acak dan sejumlah jendela pecah dirusak Mantrung. ”Pertama kali sampai di sini sudah rusak semua. Terus dia ngajak ngomong, ibu sama anak-anak disuruh keluar. Tinggal saya sama Ellen (pembantu) di teras, terus pagarnya ditutup,” papar Ayu.

Bukannya menyelesaikan dengan baik. Kemarahan Mantrung justru menjadi-jadi. Di tengah pembicaraan, pipi kiri Ayu disulut puntung rokok. Tak sampai di situ, Mantrung yang sudah menyiapkan sebotol bensin menyiramkannya ke penjuru rumah.

Termasuk istri dan pembantunya. Beruntung, Ayu dan Ellen berhasil menghindar saat Mantrung menyulut api. ”Dia sudah siapkan bensin terus disiram-siram. Waktu dilempar korek, untungnya saya sama pembantu bisa langsung lari keluar,” imbuh Ayu.

Panik, Ayu lantas meminta pertolongan warga hingga menghubungi Damkar. Kobaran api berhasil dipadamkan dan tak sampai menjalar. Api melalap sejumlah perabot termasuk gorden dan kursi.

”Tadi datang dua damkar ke sini. Saya teriak minta tolong warga akhirnya ditengahi dan apinya padam juga,” tandas Ayu. Kegaduhan tersebut membuat sejumlah warga datang ke lokasi untuk menyelesaikan pertikaian pasutri tersebut.

Prahara rumah tangga ini berujung di kantor kepolisian. Kapolsek Mojosari Kompol Heru Purwandi mengatakan, petugas telah diterjunkan ke lokasi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Mantrung lantas dipanggil ke mapolsek untuk dimintai keterangan. Hanya saja pihaknya belum bisa bicara banyak soal dugaan tindak KDRT yang dialami Ayu. ”Yang bersangkutan sudah kami panggil untuk klarifikasi. Ini murni masalah rumah tangga,” terang Heru.

Mantrung mengaku melakukan pembakaran di rumahnya itu. ”Yang terbakar material gorden dan sudah dipadamkan. Kami tengahi supaya diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan agar yang bersangkutan tidak mengulangi lagi,” tandas dia. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Martda Vadetya/Jawa Pos Radar Mojokerto

Sumber Berita:Jawa Pos Radar Mojokerto

  Editor : Safitri
KDRT