“Dua hari lalu diputuskan tidak dilanjutkan lelangnya,” kata Indra dikonfirmasi.Berdasarkan situs LPSE DPR RI, tender tersebut diberi nama “Pencetakan Kalender DPR RI” dengan kode 739087. Tender tersebut dibuat pada 23 Agustus 2022.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Achmad Dimyati membenarkan, pihaknya membatalkan pengadaan kalender tahun 2023 sebesar Rp 955 juta. Dimyati menyebut, pihaknya akan mengkaji ulang hal tersebut.
“Kami meminta untuk dikaji ulang, belum dihentikan total. Itu kan kebutuhan rutin ya, kebutuhan organisasi. Jadi kami kaji dulu, bagaimana letak kemahalannya, lalu dari sisi kuantitasnya,” ucap Dimyati dikutip dari Jawa Pos Group.
Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengkajian terkait dugaan kemahalan dari pengadaan kalender 2023. Hal ini dilakukan, agar tidak ada polemik di tengah masyarakat disaat situasi ekonomi sulit seperti saat ini.
“Nanti kami akan lihat dan kaji, seperti apa pengaturannya supaya tidak membuat polemik, dianggap kemahalan, dianggap kelebihan. Kan itu kebutuhan rutin, semua institusi dan lembaga pasti mencetak kalender,” pungkas Dimyati.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Istimewa
Sumber Berita:Bali Express
Editor : Safitri