Kapolsek Kaliwates Kompol M Zaenuri menjelaskan, setelah kasus pengeroyokan ini menyebar di media sosial, anggotanya segera menelusuri dan melakukan klarifikasi ke sejumlah pihak. Termasuk keluarga korban dan kepala sekolah. “Peristiwa itu terjadi pada jam pulang sekolah pukul 12.30 WIB di halaman pujasera depan SMPN 12 Jember,” terangnya, Rabu (24/8).
BACA JUGA: Siswa SMPN 12 Jember Bonyok Dikeroyok Pelajar Lain, Ini Dugaan Motifnya
Diketahui, korban berinisial ASP, 15. Dia tinggal di Kecamatan Kaliwates. Sedangkan pelakunya ada tiga. Mereka adalah DAF, 15, MTA, 15, dan WAY, 16. Ketiga pelaku juga tinggal di Kecamatan Kaliwates. Satu di antaranya masih tercatat sebagai teman satu sekolah dengan korban.
“Peristiwa tersebut terjadi karena korban diduga telah mencoret logo salah satu perguruan silat Jember di bangku kelas 8C SMPN 12 Jember. Hal tersebut didengar oleh pelaku, hingga kemudian pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban,” ungkap Zaenuri.
BACA JUGA: Pengeroyokan Siswa SMPN 12 Jember Ditengarai Sudah Direncanakan Sebelumnya
Akibat penganiayaan tersebut, perwira polisi yang pernah menjabat Kapolsek Wuluhan ini menuturkan, korban mengalami sakit di bagian lengan akibat terkena pukulan DAF. Korban juga mengalami sakit di leher akibat tendangan MTA, serta sakit di punggung akibat sikutan WAY.
“Setelah mendatangi TKP, kami segera berkoordinasi dengan pihak sekolah, meminta keterangan pelaku, serta mengarahkan keluarga korban agar membuat laporan di Polres Jember,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Polsek Kaliwates untuk Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal