Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Timnas U-16 Indonesia Sering Bawa Jersey Alfin

Radar Digital • Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:20 WIB
Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Bima Sakti (kiri) dan kapten skuadnya Muhammad Iqbal Gwijangge membentangkan baju almarhum Alfin Lestaluhu usai laga pamungkas Grup A Piala AFF U-16 2022 kontra Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu
Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Bima Sakti (kiri) dan kapten skuadnya Muhammad Iqbal Gwijangge membentangkan baju almarhum Alfin Lestaluhu usai laga pamungkas Grup A Piala AFF U-16 2022 kontra Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Sabtu
Sleman, Yogyakarta, RADARJEMBER.ID - Jersey mendiang Alfin Lestaluhu menjadi motivasi skuadnya saat berlaga dalam Piala AFF U-16 2022. Pelatih tim nasional U-16 Bima Sakti mengatakan usai pertandingan versus Vietnam di Stadion Maguwoharjo, Sleman

https://radarjember.jawapos.com/sport/07/08/2022/taktiknya-berjalan-baik-indonesia-kalahkan-vietnam/

Bima mengatakan, seragam Alfin yang bernomor punggung 2 itu kerap dibawa skuad Garuda Asia dalam pertandingan-pertandingan turnamen itu, termasuk ketika menghadapi Vietnam pada laga pamungkas Grup A, Sabtu malam tadi.

“Jersey ini adalah simbol pemain yang memiliki semangat juang tinggi. Pemain yang bekerja keras luar biasa baik dalam latihan maupun pertandingan. Ini menjadi motivasi bagi pemain-pemain saat ini," katanya.

Meski sempat tertinggal satu gol, Indonesia berhasil menundukkan Vietnam 2-1  sehingga Garuda Asia melenggang ke semifinal turnamen ini sebagai juara Grup A.

Bima pun ingin pemain-pemainnya memiliki sikap seperti Alfin yang tak pernah menyerah dan selalu berani mengambil risiko demi kepentingan tim.

Pelatih berusia 46 tahun itu mengingat saat Alfin menjadi pemain pertama yang meminta menjadi eksekutor adu penalti melawan Vietnam pada perebutan tempat ketiga Piala AFF U-15 edisi 2019 di Chonburi, Thailand.

"Dia bilang kepada saya, 'Coach saya mau mengambil tendangan penalti pertama'. Saya langsung berpikir anak ini luar biasa. Sayangnya, tendangan Alfin tidak gol. Dia pun mendatangi saya lagi, 'Coach, saya minta maaf'. Saya bilang, 'Tidak, kamu hebat'. Pada akhirnya kami memenangi adu penalti itu," kenang Bima.

Alfin Farhan Lestaluhu adalah bek kanan timnas U-16 Indonesia pada 2019 yang saat itu juga oleh Bima Sakti. Pesepak bola asal Tulehu di Maluku itu turut membawa Indonesia mencapai peringkat ketiga Piala AFF U-15 2019 dan lolos Piala Asia U-17 2020 dengan menjadi peringkat kedua Grup G fase kualifikasi.

Usia Alfin tidak panjang karena meninggal dunia di Jakarta pada 31 Oktober 2019 karena sakit enchepalitis yang menyerang otak. Dia sempat dirawat di Ambon sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. (*)

Editor : Yerri Arintoko Aji

Foto : Michael Siahaan

Sumber Berita : Antara Editor : Radar Digital
#Sepak Bola