Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Faktor Kondisi Jalan Miring Sering Picu Laka Lantas

Safitri • Senin, 1 Agustus 2022 | 20:25 WIB
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jalan menikung dan miring sehingga sering terjadi kecelakaan kendaraan berat di jalan Desa Sumber Ketempa, Kecamatan Kalisat.
MEMBAHAYAKAN: Kondisi jalan menikung dan miring sehingga sering terjadi kecelakaan kendaraan berat di jalan Desa Sumber Ketempa, Kecamatan Kalisat.
SUMBER KETEMPA, Radar Jember – Beberapa faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas juga dapat disebabkan dari kondisi jalan. Seperti jalan berlubang, bergelombang, hingga tikungan tajam dan miring. Seperti terjadinya kecelakaan maut, Sabtu (30/7) kemarin, karena jalan tikungan selatan rel kereta api Dusun Pancoran, Desa Sumber Ketempa, Kecamatan Kalisat.

BACA JUGA : Warga Aceh Barat yang Hilang Ditemukan dan Dievakuasi Basarnas

Kecelakaan yang menewaskan tiga orang itu salah satu faktor dugaan penyebabnya adalah kondisi jalan yang menikung dan miring. Terlebih, di sekitar lokasi jalan terdapat bekas rel kereta api. Faruk, 56, salah seorang warga Dusun Pancoran, Desa Sumber Ketempa, mengatakan, beberapa kali di jalan tersebut terjadi kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar bermuatan berat.

Tahun lalu saja, ada truk trailer bermuatan kayu tripleks terguling. Namun, kecelakaan itu tak sampai merenggut korban jiwa. Namun, muatan kayu tumpah ke baju jalan. “Apalagi kendaraan dengan muatan berat yang terguling itu ukurannya cukup panjang, dan menimpa kendaraan yang dikendarai satu keluarga. Sehingga kesulitan saat melintas dan di jalan menikung serta menurun,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Minggu (31/7) kemarin.

Sebelumnya, kecelakaan tragis itu menimpa satu keluarga yang berada di mobil Panther. Kanit Laka Lantas Polres Jember Ipda Edy Purwanto mengatakan, kecelakaan itu melibatkan truk trailer Nissan nopol L 8376 UW yang dikemudikan Muhammad Paing. Truk oleng ketika melintas di jalur menikung. Sehingga muatannya tumpah dan menimpa mobil yang melaju dari arah berlawanan. “Ada lima orang yang jadi korban. Tiga korban meninggal dunia, dua lainnya luka ringan,” katanya.

Edy memaparkan kronologi kecelakaan itu. Menurutnya, semula truk trailer tersebut sedang melaju dari arah utara ke selatan. Sedangkan Isuzu Panther nopol P 1256 SI melaju dari arah sebaliknya. Sesampainya di jalan menikung dan menurun, truk trailer ambil haluan terlalu ke kanan. Di saat bersamaan muncul Panther dari arah berlawanan. (jum/c2/bud)



Korban Meninggal Masih Satu Keluarga

Dua Korban Masih Dirawat

Radar Jember – Kecelakaan maut itu masih menyisakan duka mendalam. Ternyata, para korban itu masih satu darah. Informasinya, kelima korban tersebut masih satu keluarga. Yakni ayah, ibu, kakek, nenek, dan seorang anak. Mereka berasal dari Dusun Rowo, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Jember.

Laporan awal kepolisian, kecelakaan itu menewaskan tiga orang. Sedangkan dua lainnya mengalami luka ringan. Belakangan, jumlah korban luka bertambah. Jika sebelumnya dilaporkan hanya dua orang, ternyata bertambah menjadi empat orang.

Konfirmasi terakhir, rombongan keluarga ini juga tidak sedang mengantarkan anak kembali ke pesantren. Melainkan akan menyambangi salah satu anaknya yang sudah tinggal di pesantren, di Situbondo.

Jawa Pos Radar Jember pun mencoba menghimpun berbagai informasi. Ternyata, Jammar, kakek berusia 70 tahun yang menjadi korban meninggal, sebelum berangkat sempat bersalam-salaman dengan sejumlah tetangga rumahnya. Ibu Faisol, salah satu perempuan paru baya tetangga korban, pun sempat heran.

“Kenapa (Jammar, Red) pamitan dan bersalam-salaman dengan tetangga. Kan hanya akan berkunjung ke pondok di Situbondo,” kata Ibu Faisol.

Sebagai informasi, ketiga korban meninggal masing-masing adalah Jammar. Kakek 70 tahun itu mengalami luka di kepala dan sempat mendapat perawatan di RSD Kalisat. Selanjutnya adalah Lilik Ponti Rahayu. Perempuan 50 tahun yang juga meninggal akibat luka di kepala. Dia juga sempat dirawat ke RSD Kalisat. Sedangkan korban ketiga adalah Hasbi. Pemuda 20 tahun yang masih tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi keagamaan di Situbondo.

Sementara itu, dua korban yang mengalami luka-luka adalah Suwarso, pengemudi Isuzu Panther. Pria 45 tahun tersebut mengalami luka memar di dada dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSD Kalisat. Korban luka berikutnya ialah Suswati. Dia menderita luka ringan dan sedang menjalani perawatan di RSD Kalisat. (jum/c2/bud) Editor : Safitri
Jember Kecelakaan