https://radarjember.jawapos.com/peristiwa/30/07/2022/sebelum-celaka-sopir-trailer-sudah-beri-kode-agar-mobil-panther-berhenti/
Sumber Jawa Pos Radar Jember di lokasi, bahwa korban bersama enam korban lainnya dalam perjalanan untuk mengirim anaknya yang nyantri di pondok di Kabupaten Bondowoso. "Jika dari awal niatnya ingin menjenguk anak yang sedang menuntut ilmu agama, Insya Allah syahid," ujarnya.
Kiai muda ini meminta, agar pemerintah segera mengeluarkan regulasi yang tegas, agar pengendara truk besar bisa lebih hati-hati melintas di jalan yang seharusnya tidak dilewati kendaraan besar. Apalagi di lokasi sudah pernah terjadi kecelakaan yang sama beberapa tahun lalu. "Jalan itu memang hak semua orang, tetapi ingat. Semua pengendara juga punya hak untuk lewat," ujarnya.
Cek video lengkapnya di :
https://youtu.be/2axVjTqGpqA
Pihaknya berharap, pelebaran dan perbaikan jalan untuk segera dilakukan, karena sampai saat ini banyak pengendara mengeluhkan trauma dan ketakutan. Jalan miring dan tikungan cukup tajam.
"Karena di jalan itu sudah banyak memakan korban. Gubernur dan Bupati Jember segera lihat langsung ke bawah. Kita do'akan keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan," harap, kyai muda pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kalisat Ledokombo itu.
Semetara Kapolres Jember, AKBP Hery Purnomo yang datang ke lokasi mengaku prihatin dengan kejadian yang merenggut korban jiwa hingga 3 orang dan 4 lainnya luka luka. Kapolres menyebut, salah satu faktor dominan kecelakaan truk di jalur provinsi Desa Sumberketempa adalah sempitnya medan jalan. "Banyak jalan yang naik turun serta menikung," ucapnya.
Hery juga berjanji, akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat agar ada pembenahan. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di lokasi kejadian jalan memang menikung dan miring. Apalagi ada bekas rel kereta api jurusan Bondowoso dengan Jember.
Evakuasi Menggunakan Alat Berat
Sementara itu, Kecelakaan yang menewaskan tiga penumpang mobil Isuzu Panther P 1256 SI dikemudikan Suwarso, 45 , Dusun Rowo RT.003/RW 013, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Jember ksukitan saat proses evakuasi. Karena posisi mobil isuzu panther tertimpa bahan triplek yang diangkaut trailer, di Dusun Pancoran, Desa Sumberketempa, Kalisat.
Namun, untuk mengevakuasi ketujuh korban yang terjebak didalam mobil cukup kesulitan. Karena muatan bahan triplek yang ada diatas treler L 8376 UW yang disopiri M Paing, 42
semuanya menimpa body Panther bersama sopir dan enam penumpangnya. Sehingga harus menggunakan alat berat atau begho.
Satu unit alat berat begho milik Yayasan Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari. Bahkan saat proses evakuasi bahan triplek yang menimpa mobil tua tersebut dikawal langsung Muhammad Hafidi Ketua Yayasan IBU yang juga anggota DPRD Jember.
Sehingga dengan alat proses evakuasi berjalan lancar. Satu persatu korban berhasil dikeluarkan dan dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Kalisat. Saat proses evakuasi ketujuh korban jeritan dari keluarga korban yang selamat maupun yang meninggal di lokasi.
Demikian juga untuk proses evakuasi truk trailer yang terguling juga menggunakan alat berat yang didatangkan oleh Hafidi bersama santrinya. Jalan yang menghubungkan Kalisat dengan Sukowono macet total karena trailer melintang di tengah jalan yang menikung.
Samsul,45 pengguna jalan yang melintas mengaku kalau seluruh muatan bahan triplek dan trailer menimpa mobil yang didalamnya ada 7 penumpang termasuk sopir.
Jurnalis: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Nur Hariri Editor : Maulana Ijal