Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Aktivis Pecinta Lingkungan Hidup Lakukan Ekspedisi Bengawan solo

Safitri • Rabu, 27 Juli 2022 | 03:20 WIB
Caption: Salah seorang aktivis lingkungan menyusuri Bengawan Solo menggunakan perahu kano, hal tersebut menunjukkan kecintaan aktivis lingkungan hidup terhadap sungai tersebut.
Caption: Salah seorang aktivis lingkungan menyusuri Bengawan Solo menggunakan perahu kano, hal tersebut menunjukkan kecintaan aktivis lingkungan hidup terhadap sungai tersebut.
RADARJEMBER.ID - Pencemaran Bengawan Solo kian mengkhawatirkan sehingga mengundang keprihatinan aktifis lingkungan hidup, mereka kemudian menyusuri sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut menggunakan perahu kano sejak 14 Juli lalu.

BACA JUGA : Embat HP saat Korban Tertidur, Kuli Bangunan di Jember Tertangkap

AKSI bertajuk Bengawan Solo Expedition (BSE) 2022 tersebut start dari Wuryorejo, Wonogori, Jawa Tengah, dan rencananya finis di Pedaten, Gresik. Dalam perjalanan melewati 491 desa di 12 kabupaten, mereka menepi di 49 titik wilayah.

Bertemu warga di tepian Bengawan Solo, komunitas peduli lingkungan, dan pejabat pemkab.Salah satunya bersua masyarakat Ngawi dengan titik singgahnya di Desa Ngawi Purba. Mereka ssinggah selama tiga hari.

’Kami berdiskusi mengenai permasalahan Bengawan Solo dan mengajak warga menerapkan riverside ecological society (ekologi masyarakat tepi sungai, Red),’’ kata Tofan Ardi, penanggung jawab mitigasi dan aksi Bengawan Solo Expedition 2022.

Menurut Tofan, kondisi Bengawan Solo sepanjang 548,53 kilometer sangat mengkhawatirkan. Pencemaran limbah industri dan sampah rumah tangga tidak terbendung. Imbasnya, kualitas air menurun. Sehingga revolusi urgen dilakukan demi menjaga kelestarian Bengawan Solo.

Melibatkan non-governmental organization (NGO), pegiat lingkungan, dan pemerintah daerah. ‘’Butuh aksi bersama untuk menyelamatkan ekologi Bengawan Solo,’’ ujar Tofan..Tujuan dari riverside ecological society adalah menyinergikan pengelolaan dan perlindungan Bengawan Solo.

Kegiatan itu dilakukan dari hulu ke hilir. Hutan tutupan lahan yang menjadi sumber air perlu dijaga. Banyak sumber air kritis hingga mengancam kekeringan sungai.Lalu, menghilangkan praktik membuang limbah industri dan sampah rumah tangga ke sungai demi kualitas air.

‘’Butuh kesadaran bersama bahwa sungai itu bukan tempat pembuangan sampah,’’ tutur Tofan.Tofan menambahkan, kelompoknya mengambil sampel air baku Bengawan Solo di sejumlah titik.

Sampel tersebut akan diuji laboratorium. Hasilnya disampaikan ke pemerintah pusat. ‘’Untuk mendapatkan perhatian khusus,’’ ujar lelaki itu.Menurut Ermico Effendi, penanggung jawab penjelajahan Bengawan Solo Expedition 2022, kualitas air Bengawan Solo di Ngawi relatif bagus.

Bila dibandingkan Solo dan Sragen, Jawa Tengah, yang airnya berwarna pekat dan bau. Kondisi tersebut menandakan masih banyaknya industri nakal membuang limbah. ‘’Setelah memasuki wilayah Mantingan, dayung di dalam air masih bisa dilihat sampai kedalaman satu meter. Kalau di Sragen dan Solo sama sekali tidak terlihat,’’ ungkap Effendi. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:BSE 2022 For Jawa Pos Radar Ngawi
Sumber Berita:;Jawa Pos Padar Madiun Editor : Safitri
#Lingkungan