Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Selipkan Peserta Palsu Trik Arisan Bodong Keruk Keuntungan

Safitri • Minggu, 24 Juli 2022 | 00:50 WIB
Caption:Syahlina Febrianti dikawal Tim Macan Polda Kalsel. Dia sudah dicari-cari kaum sosialita di Banjarmasin selama sebulan terakhir, karena merugikan orang lain melalui arisan bodong.
Caption:Syahlina Febrianti dikawal Tim Macan Polda Kalsel. Dia sudah dicari-cari kaum sosialita di Banjarmasin selama sebulan terakhir, karena merugikan orang lain melalui arisan bodong.
BANJARBARU, RADARJEMBER.ID – Kemarin Jum’at (22/7) pagi, Febri mendarat di Banjarbaru. Sudah sebulan ia buron. Membawa kabur uang arisan ke Kota Malang, Jawa Timur.Potret warga Jalan Dharma Bakti ini sempat viral di Instagram, sebulan lewat. Disebarkan oleh korbann,ia pun dicap sebagai penipu.

BACA JUGA: Doa Nyelekit, Buang Sampah Sembarangan

Dua sosialita bahkan menggelar Selipkansayembara di medsos. Menjanjikan duit Rp20 juta dan sebuah sepeda motor bagi siapa saja yang bisa memberi tahu di mana keberadaan Febri. Dikawal aparat, Febri langsung dibawa ke markas Ditkrimum Polda Kalsel untuk diperiksa. Penyambutan ini sangat meriah. Sebab, korban sudah menyiapkan “acara” ini dengan baik.

Kalung yang dibuat dari sandal jepit bekas telah disiapkan. Niatnya hendak dikalungkan ke leher Febri. Tentu saja, rencana itu gagal lantaran dihalangi polisi. Sepanjang lorong dari pintu kedatangan hingga area parkir, sampai masuk ke dalam mobil, Febri terus menyembunyikan wajahnya di bahu polisi.

Mewakili para korban, Mira dan Risna mengaku senang karena Febri telah ditangkap. Keduanya menyanjung kinerja Kapolda Kalsel, Dirkrimum, Macan Kalsel dan penyidik. “Dia (Febri) ditemukan di sebuah apartemen di Malang. Jadi dijemput paksa,” ungkap Mira.Modus Febri berbeda dengan Rizki Amalia, sesama pelaku arisan bodong di Banjarmasin.

Jika Rizki bermain-main dengan skema Ponzi, maka trik Febri lebih sederhana. Dia memasukkan peserta palsu dalam kocokan arisan. Namanya ada, tapi orangnya tidak ada. Ketika nama peserta fiktif keluar, uangnya masuk ke kantong si bandar.“Awalnya aman saja. Pada tahun pertama arisan, tidak ada masalah. Nah, memasuki tahun kedua yang mulai kacau,” tambah Mira.

Mengapa ibu-ibu sosialita ini mau saja mengikuti arisan Febri? Mira menceritakan, Febri pernah mengaku-ngaku sebagai istri jenderal polisi. Korban pun merasa mendapat jaminan. Merasa aman. “Benar tidaknya cerita itu masih diselidiki. Atau mungkin hanya modusnya saja. Sampai nekat mencatut nama seorang jenderal,” jelas dia.

Yang luar biasa, dari selusin peserta arisan, delapan nama ternyata fiktif. Milik Febri semuanya. Tak ada yang mencurigainya saat nama pertama sampai keenam keluar dari kocokan. Aksi Febri didukung oleh keadaan. Sejak pandemi covid, arisan digelar secara daring. Tak pernah lagi dengan tatap muka.

“Jadi peserta yang riil cuma enam orang. Sisanya orang suruhannya untuk memakai namanya,” timpal Risna. Bukan hanya hukuman yang setimpal, keduanya berharap, uang korban bisa dikembalikan. “Kembalikan hak kami,” kata Risna dan Mira kompak.Kuasa hukum korban, Ilham Fikri turut hadir di bandara.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Hendri Budiman menjamin kasus ini akan ditangani dengan cepat. Berikutnya adalah pemeriksaan saksi. “Setelah itu gelar perkara dan penetapan tersangka,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin. Berapa jumlah uang yang ditilap Febri?.

Sebagai gambaran, salah seorang korban, Febrianti mengaku merugi Rp295 juta. Ikut arisan selama tujuh bulan, namanya tak pernah muncul saat dikocok. Cerita ini ia bagikan di Facebook. Lalu, ada Nur Listiqomah yang mengaku sudah menyetor Rp175 juta. Namanya juga tak pernah muncul hingga Febri menghilang. (*)

 

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto: Maulana/Jawa Pos Radar Banjarmasin

Sumber Berita: Jawa Pos Radar Banjarmasin Editor : Safitri
#Penipu #arisan