BACA JUGA : Mengaku Siap Jadi Tersangka Kasus ACT
Konon, jika pembeli mengambil lepek Dawet Jabung Ponorogo, artinya dia menyukai penjual dawet jabung tersebut.Selama ini penjual Dawet Jabung Ponorogo tidak pernah memberikan lepek tersebut kepada pembeli.
Si pembeli hanya diminta mengambil mangkuk isi Dawet Jabung Ponorogo saja.“Saya tidak mengetahui kebenarannya, tapi itu sudah jadi tradisi penjual Dawet Jabung di sini,” kata Mayasary, salah satu penjual dawet jabung di Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Senin (11/7/2022).
Maya, sapaan akrabnya, mengaku usaha Dawet Jabung sudah dijalankan turun-temurun. Kakeknya dulu berjualan tahun 1955 dengan memikul dan menjajakannya di jalanan atau ke sawah-sawah untuk para petani.
Pada tahun 1970, usaha itu turun ke ayahnya. Maya mengatakan kala itu sang ibu memasak Dawet Jabung dan ayahnya yang menjajakan dawet itu berkeliling. Baru pada tahun 2009 usaha itu dia lanjutkan.
“Soal lepek itu saya juga hanya meneruskan. Cerita yang beredar itu. Kenyataannya, saya tidak tahu,” ujar perempuan tersebut.Maya mengatakan hampir selalu ada momen tarik menarik lepek antara dirinya dengan pembeli yang baru kali pertama mencicipi Dawet Jabung.
Sebab, mereka tidak mengetahui bahwa pembeli hanya boleh mengambil mangkuk dawet dan meninggalkan lepek.Rata-rata orang luar kota yang ingin mencicipi Dawet Jabung khas Ponorogo dan belum mengetahui tradisi tersebut.
“Kalau orang Ponorogo sudah hafal,” ungkapnya.Karena sering tarik menarik dengan pembeli, Maya sempat mendapatkan saran dari pelanggan untuk menyediakan lepek terpisah. Pelanggan Maya beralasan tidak ingin ada momen tarik menarik lepek dengan penjual.
Namun, Maya enggan melakukan hal itu. Dia mengaku masih memegang tradisi itu. Maya menjawab bahwa Dawet Jabung Ponorogo tidak perlu pakai lepek karena makanan tersebut tidak disajikan dalam kondisi panas.
“Nanti kalau saya menyediakan lepek malah nyucinya lebih banyak,” ujar Maya terkekeh.
Simpang empat di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur itu sentra dawet. Semua penjual Dawet Jabung masih melestarikan tradisi tersebut.
Maya mulai berjualan mulai pukul 08.30 WIB sampai 15.00 WIB. Dalam sehari, dia bisa menjual hingga lebih dari 100 mangkuk Dawet Jabung. Jika cuaca panas, pengunjung bakal lebih ramai. “Saya menjual satu mangkuk [Dawet Jabung Ponorogo] Rp4.000.”pungkas Maya(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Ronaa Nisaus Sholikhah
Sumber Berita:SoloPos.Com Editor : Safitri