“Kami ingin mengenalkan kembali pada generasi muda tentang fungsi daun sebagai bahan pengemas makanan, ” kata Dosen Teknologi Pangan UKSW, Dhanang Puspita. Bazar digelar di halaman Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UKSW Salatiga.
Daun sebagai pengemas makanan terutama daun pisang bisa memberikan dan menambah aroma pada makanan. Selain itu sebagai penghias atau penambah estetika pada makanan. “Serta ingin mengembalikan daun sebagai pengemas tradisi Indonesia,” ujar Dhanang.
Pengemasan menggunakan daun di tradisi Jawa terdapat delapan hingga sembilan jenis pengemasan. Antara lain takir, pasung, pincuk, samir, sudi, tum, pinjung, sumpil, dan tempelang. Jenis pengemasan tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri sesuai apa yang ingin dibungkus.
Juga sesuai pengolahan makanannya. Ada yang dikukus atau langsung dikemas dengan dibungkus,” tambahnya. Lewat kegiatan ini, Dhanang ingin mengembalikan tradisi pengemasan tradisional dengan daun.
Selain bagus untuk ekologi, bentuk fisik mudah terurai dan ramah lingkungan. “Untuk teknik pengemasan mengadopsi apa yang sudah ada. Sebenarnya tidak semua mahasiswa atau orang bisa mengemas,” tambahnya.
Keizhia, salah satu mahasiswa dari jurusan Gizi, mengaku ia menjadi mengerti apa saja kegunaan daun pisang. Selain itu masakan apa yang tepat untuk dikemas menggunakan daun. Ternyata banyak makanan bisa dikemas menggunakan daun terutama daun pisang (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto: Nurfaik Nabhani/Jawa Pos Radar Semarang
Sumber Berita:radarsemarang.id Editor : Maulana Ijal