Jalur Gumitir memang dikenal rawan kecelakaan. Selain jalannya yang menanjak curam, juga banyak yang berkelok tajam. Apalagi, setelah bencana longsor Sabtu (2/7) yang mengakibatkan pembatas jalan ambrol, membuat jalur tersebut makin rawan.
Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengatakan, kecelakaan tunggal ini terjadi di KM 36+600 Dusun Gumitir, sekitar pukul 17.00 WIB. Dugaannya, selain karena melintas di jalur rawan bekas longsor, kendaraan jumbo itu juga kelebihan muatan. “Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sang sopir selamat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Senin (4/7).
BACA JUGA: Tebing Jalan Gumitir Longsor, Jalur Jember-Banyuwangi Tersendat
Dia menjelaskan, sebelum terguling, truk bernopol DK 8315 LG itu berjalan pelan dari arah Banyuwangi dengan tujuan Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Namun, sesampainya di lokasi, kendaraan yang disopiri Ketut Alit, 48, warga Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali ini, tiba-tiba oleng dan terguling.
Akibatnya, kayu muatan yang ada di dalam truk tumpah ruah ke jalan, hingga mengakibatkan jalur nasional III itu tersendat. “Kami sempat menerjunkan beberapa personel untuk mengatur arus lalu lintas, agar tidak sampai terjadi kemacetan parah,” ujar Suhartanto.
Sehari sebelumnya, hujan yang mengguyur kawasan Silo, mengakibatkan tebing jalan di jalur Gumitir longsor. Peristiwa yang terjadi Sabtu (2/7) dini hari tersebut, mengakibatkan bahu jalan ambrol. Bencana itu terjadi di KM 37 Dusun Gumitir, Desa Sidomulyo. Longsoran tebing itu cukup panjang mencapai 13 meter.
Mencegah terjadinya kecelakaan, pihaknya memasang garis polisi di lokasi longsor. Ini agar para pengendara yang melintas ekstra hati-hati. Terlebih pagar pembatas di jalur menikung itu juga rusak setelah tanah yang menjadi penopang ikut amblas. (*)
Reporter: Jumai
Foto: Polsek for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal