Sebagai langkah antisipasi, Satpol PP Kota Mojokerto bakal menerjunkan tim patroli ke lokasi.Beberapa tahun silam, kawasan warung remang-remang tersebut pernah diobrak satpol PP. Praktik prostitusi dilakukan di warung berbahan bambu, sepanjang sisi timur jalan tersebut.
Kasi Operasional, Sat Pol PP Kota Mojokerto, menegaskan, Mereka menawarkan jasa prostitusi kepada para pengemudi truk dan kebetulan mampi dki tempat itur. Sekitar tahun 2014-2015 pernah di razia karena dulu memang tempat prostitusi,
Menurut pria tersebut, razia besar-besaran dilakukan lantaran kawasan tersebut menjadi lokasi prostitusi terselubung. Berkedok warung kopi, para penunggu warung sekaligus menawarkan jasa esek-esek. Pelanggan sebagian besar adalah sopir truk antarkota.
Selepas obrakan itu, aktivitas warung remang-remang mulai mereda.Satpol PP tidak pernah lagi mendengar ada kegiatan menawarkan jasa esek-esek di warung-warung tersebut. Kendati demikian aktivitas warung itu kini kembali ramai. Tak sedikit pula tampak penjaga warung dan laki-laki yang bercengkerama.
Sebagai langkah antisipasi, satpol PP akan melakukan patroli untuk mencegah praktik tersebut kambuh, mengingat lokasi tersebut memiliki cerita dan identik dengan kawasan tempat tindak asusila.(*)
Editor: Winardyasto
Foto: Istimewa
Sumber Berita: jawapos.com Editor : Maulana Ijal