Kang Woto -sapaan bupati- memaparkan, rencana pemerintah pusat dan provinsi ingin menjadikan Sarangan sebagai destinasi prioritas tidaklah gagal. Cuma terhambat minimnya anggaran. Pandemi Covid-19 telah mengepras banyak anggaran, dari pusat sampai daerah karena itu harus ada campur tangan swasta.
Kang Woto, sudah berusaha membujuk investor menanamkan modalnya di Sarangan. Melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Namun, diakui bupati, mencari investor tak semudah membalikkan telapak tangan. ‘’Kan sudah tercantum di Perpres 80/2019, itu pedoman wajib bagi pemerintah untuk merealisasikan pengembangan Sarangan,’’ tegas bupati.
Di antara berbagai item pengembangan, Kang Woto menyebut ada tiga proyek yang paling membutuhkan dana besar. Yakni, pengadaan transportasi penghubung dari Telaga Wahyu ke Teras dan Telaga Sarangan. Juga, kios di sisi barat telaga untuk memecah kepadatan wisatawan dan selama ini kepadatan wisatawan terkonsentrasi di sisi utara telaga, perlu dipecah supaya keramaian lebih merata.(*)
Editor:Winardyasto
Foto:R. Bagus Rahardi/Jawa Pos Radar Magetan
Sumber Berita :Jawa Pos Radar Madiun Editor : Safitri