Ide cerdas dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Kabupaten Jawa Tengah melalui pembangunan kolam renang dan cafe, serta menggandeng warga sekitar sehingga perlahan ekonomi desa tersebut mulai bangkit kembali.
Cafe dan kolam renang tersebut dibangun di atas tanah kas desa alias bengkok. Saat ini unit usaha tersebut dikelola Badan usaha Milik Desa (BUMDES) Redana Makmur. Hampir dipastikan kafe dan kolam renang itu ramai pengunjung, terutama di hari libur,
“Sebelum pagebluk korona, tanah bengkok ini dimanfaatkan untuk gedung PAUD (pendidikan anak usia dini), dianggap kurang pas karena bersebelahan areal persawahan, lantas sawah itu dikeringkan dan dibuat kios-kios,” kata Purwanto, Kepala Desa (Kades) Wiroko.
“Total 15 kios berdiri di atas lahan tersebut, dibangun oleh rekanan alias pihak ketiga. Lebih menarik lagi, kios itu bisa dibeli warga melalui kredit ringan. Waktu terus berjalan, kios tersebut diklaim kurang maksimal karena sepi pengunjung” ungkap Purnomo.
Pria tersebut menambahkan, di satu sisi, Pemdes angkat tangan karena kesulitan untuk mengembangkan .Purwanto bersama sejumlah pihak terkait tidak putus asa, termasuk hal itu kemudian di diskusikan oleh warga.
“Dari sini muncul ide dibuat kolam renang untuk anak-anak. Di samping kolam renang dibuat warung kopi. Akhirnya BUMDES bergerak bermodalkan sekitar Rp 35 juta, rencana di awal, hanya akan dibangun kolam renang khusus anak-anak," imbuh Purwanto.
Masalahnya, di Kecamatan Eromoko juga sudah berdiri wahana kolam renang. Akhirnya, BUMDES mencari rekanan untuk berinvestasi. Lalu didapatlah rekanan, tak lain masih warga Desa Wiroko. Tak berselang lama, modal mengalir dari investor tersebut.
Proses pembangunan wahana kolam renang dan cafe tersebut belum rampung dan terus berlanjut. Pembangunan baru mencapai 70 persen. Namun, animo pengunjung tak terbendung. Kemudian diputuskan, wahana tersebut di-launching minggu ketiga bulan Mei 2022.
Purwanto memiliki harapan besar dari wahana tersebut, destinasi wisata ikut membangkitkan roda perekonomian warga sempat tersendat. Di tempat wisata tersebut, warga boleh ikut berjualan aneka makanan.(*)
Editor:Winardyasto
Foto:Istimewa
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Solo Editor : Alvioniza