Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sukses Jadi Peternak Sapi Kini Omzet Miliaran Rupiah

Safitri • Kamis, 19 Mei 2022 | 23:31 WIB
Caption: Menjadi peternak muda diusia 24 tahun dan beromzet miliaran rupiah, tentu sangat membanggakan bagi Setyo Hermawan dan perjalanan menuju sukses tidak semudah membalik telapak tangan.
Caption: Menjadi peternak muda diusia 24 tahun dan beromzet miliaran rupiah, tentu sangat membanggakan bagi Setyo Hermawan dan perjalanan menuju sukses tidak semudah membalik telapak tangan.
RADARJEMBER.ID - Setyo Hermawan tergolong peternak muda di Jateng karena baru berusia 24 tahun, kala itu sebelum terjun menjadi peternak, ia memutuskan untuk membantu warga desa terutama dalam hal memasarkan ternak sapi..

Desa Depokrejo tempat pemuda itu tinggal berada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, kawasan itu memang memiliki dua potensi. Di bidang peternakan dan pertanian, hampir semua warga memiliki sapi sebagai investasi.

Keluhan warga desa setempat terkait pemasaran sapi, binatang tersebut selalu dihargai murah.Ia berusaha membantu memasarkan sapi warga melalui berbagai cara. Dari mencoba menemukan relasi, hingga menawarkan ke ratusan institusi pemerintahan dan pendidikan.

Lantas sapi milik warga itu di pasarkan ke Cirebon dan itu merupakan pengiriman pertama itu, sapi itu dikirim ke relasi sang bapak.Alhassil cara tersebut berhasil sesuai keinginan, harga sapi di Cirebon, Jawa Barat, saat itu lebih tinggi dari harga sapi di Purworejo, Jawa tengah.

”Contohnya, harga sapi di Cirebon sekitar Rp 30 juta serta memiliki berat tertentu, namun di Purworejo cuma Rp 25 juta.dibantu dua pekerja kandangg ia berkeliling ke berbagai kantor instansi pemerintah dan perbankan, untuk menawarkan sapi-sapi milik warga dan pasti tersebut bakal dibeli.oleh mereka’’ ujar Setyo.

Setelah beberapa minggu, hasil usaha Setyo itu mulai terlihat. Peternak milineal itu mampu menjual 50 ekor sapi ke Cirebon ke berbagai instansi.Menurut dia, harga sapi warga itu bisa dijual lebih tinggi dari pasaran di Purworejo, warga merasa diuntungkan telah tertolong oleh dia. Tidak saja peternak menimati untung, Setyo juga bisa menikmati keuntungan dari sapi tersebut.

Capaian sukses itu tidaklah mudah, karena saat penjualan perdana itu, Setyo mendapatkan kesulitan. Terutama soal transportasi sapi, pengiriman ke Cirebon itu dua rit, sekitar 18 ekor sapi. Tapi pengiriman ternak itu memakai truk barang atau sayur, sirkulasi udaranya kurang dan untung saja tidak ada satu ekor sapi tersebut mati atau sakit.

Itu cerita zaman perjuangan dulu, ketia Seyo merintis karir sebagai peternak. Kini, di usia baru menjelang 24 tahun, dia sudah tumbuh menjadi peternak modern dan terbilang sukses. Omzetnya miliaran rupiah. Banyak sekali petani dan peternak kelas menengah, menjadi mitra pemilik Setia Farm tersebut.

Hanya dengan satu chat WhatsApp, anak muda dari generasi Z (kelahiran 1997–2012) itu bisa langsung mengumpulkan sapi sesuai keinginan.Menjadi peternak di usia di bawah 25 tahun itu langka, di Jateng dan Jogjakarta, tidak lebih dari lima orang,Namun, ada resiko juga menjadi peternak sapi di usia semuda itu. Bukan problem eksternal, justru dari internal ia sendiri. (*)

Penulis:Winardyasto
Fotografer:Setyo Hermawan untuk Jawa Pos
Sumber Berita: jawapos.com Editor : Safitri
#Sapi