Di rumah kepala dinas itu, terdapat tiga sepeda onthel jadul buatan luar negeri seperti merk Humber Cross, Raleigh dari Inggris serta Royal Dutch Gazelle Belanda dan sangat terkenal di dunia. Sunaryo sendiri enggan untuk melepas sepeda tersebut meski ditawar tinggi oleh orang lain, karena untuk mendapatkan sepeda seperti itu kini sangatlah sulit dan termasuk langka.
“Sepeda ini kan termasuk klasik dan langkah tentu harus dilestarikan, jadi jangan sampai sepeda ontel kuno itu punah dan tinggal cerita saja. Setiap hari minggu saya selalu gowes naik sepeda antik ini keliling kota Pacitan, serta selalu tampil memakai pakaian adat Jawa. Tidak sekedar melestarikan sepeda, namun juga melestarikan pakaian adat asli bangsa Indonesia,” kata Sunaryo.
Selain sebagai kepala dinas, Sunaryo juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Kabupaten Pacitan. Mereka para kolektor sepeda kuno itu terbagi dalam tiga kawasan seperti di Arjosari, Arjowinangun, dan Widoro, total anggota komunitas ini mencapai 200 orang anggota. Di tanah kelahiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, sepeda klasik itu juga diminati oleh kalangan anak muda.(*)
Penulis: Winardyasto
Foto: Radar Madiun
Sumber Berita : Radar Madiun Editor : Alvioniza