Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Badean Jember Resah, Marak Pencurian saat Salat Tarawih

Maulana Ijal • Jumat, 8 April 2022 | 22:18 WIB
MALING RAKUS: Warga menunjukkan lokasi kandang yang sempat disatroni maling. Kini, warga di Dusun Taman Glugu, Desa Badean, Bangsalsari, Jember, bersiaga. Setiap malam mereka berjaga-jaga.
MALING RAKUS: Warga menunjukkan lokasi kandang yang sempat disatroni maling. Kini, warga di Dusun Taman Glugu, Desa Badean, Bangsalsari, Jember, bersiaga. Setiap malam mereka berjaga-jaga.
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rupanya, malam Ramadan tidak membuat kawanan maling di Jember menghentikan aksinya, tapi justru dimanfaatkan untuk menggasak apa saja harta benda milik warga. Praktis, kondisi ini membuat warga di Dusun Taman Glugu, Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Jember, resah. Sebab, kawanan pencuri tersebut begitu rakus.

Informasi dari warga, para pencuri itu diketahui membawa motor motor metik. Namun warga tidak mengidentifikasi jenis dan merek kendaraannya apa. Hanya saja, ketika kawanan maling itu beraksi, mereka menggondol apa pun yang ditemui dalam rumah. Mulai tabung LPG 3 Kg, kambing hingga ayam. Bahkan kapak dan beras juga tidak luput dari sasaran mereka.

“Pokoknya hampir setiap malam warga Desa Badean, utamanya di Dusun Taman Glugu, kena sasar maling,” kata Sunaryo, karyawan kebun yang tinggal di desa setempat.

Sunaryo mengaku, dua ekor ayam jagonya miliknya hilang dari kandang belakang rumah dinas karyawan. Dia menduga, kawanan pencuri yang sama yang mengembat dua ayam jantannya itu. “Sekarang ini warga resah. Terutama yang tinggal di perumahan karyawan kebun dan warga yang rumahnya di perkampungan. Karena setiap malam infonya ada pencuri masuk,” ujarnya.

BACA JUGA: Aksi Pencurian di Pasar Bungur Tertangkap Layar Rekaman CCTV

Keadaan yang cukup rawan ini mendorong warga bersiaga. Bahkan, Kepala Desa Badean Purnanto sampai ikut nyanggong. Setelah salat tarawih, mereka berjaga-jaga di rumahnya masing-masing. Sebab biasanya, aksi pencurian terjadi dengan memanfaatkan sepinya rumah warga lantaran berangkat salat tarawih. “Sejak puasa pertama, hanya para istri yang berangkat salat tarawih, sedangkan suaminya memilih di rumah menjaga hewan ternak dan barang lainnya,” ungkap Sunaryo.

Awal April lalu, Sunaryo mengungkapkan, ada dua warga yang kehilangan kambing. Milik Pak Purnomo, misalnya, pelaku membawa satu ekor kambing ukuran besar. Pelaku tidak merusak pintu kandang, tetapi masuk dengan cara merusak dinding bambu. “Tidak tahu diangkut pakai apa kambing curian tersebut, karena saat itu warga banyak yang berjaga di depan rumah. Sedangkan malingnya lewat belakang,” jelasnya.

Kapolsek Bangsalsari AKP Ali Setihono mengatakan, dia baru tahu dari wartawan Jawa Pos Radar Jember soal kondisi rawan pencurian di wilayah hukumnya. Pihaknya mengimbau agar warga menghidupkan kembali pos kambling dan jaga malam. “Informasi ini akan kami tindak lanjuti terkait dengan maraknya pencurian,” tukasnya. (*)

Reporter: Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Headline #Pencurian