Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Jawa Timur-Bali mencatat, tidak kurang 15 sampai 20 muncul lobang baru ketika musim hujan, kepanjangan tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu berharap warga sekitar lokasi “ranjau darat” untuk tidak berkendara dalam kecepatan tinggi.
Syaiful Fajar, pejabat pembuat komitmen (PPK) 2,2 BBPJN VIII Jatim-Bali mengatakan, belasan lobang baru tersebut ternasuk kerusakan minor. Namun demikian, bila tidak segera ditambal “ranjau darat” kerusakan bakal lebih lebar dan dalam. Selain dipicu oleh beban kendaraan berat, kerusakan itu dikarenakan kondisi tanah di Ngawi tergolong ekspansif.
PPK 2.2 menargetkan nol lobang di ruas sepanjang 32 Km sebelum momen lebaran tahun ini, bahkan 42 lobang telah ditambal menggunakan aspal dingin (coldmix) dan pekerjaan penambalan jalan itu diharapkan berakhir saat H-15 lebaran, sehingga bisa dilalui dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara kendaraan bermotor.(*)
Penulis: Winardyasto
Foto: Asep Syaeful Bachri
Sumber Berita: Radar Ngawi Editor : Alvioniza