Kapolsek Sumberbaru AKP Facthur Rahman menjelaskan, pihaknya telah mengamankan sepasang kekasih yang diduga sebagai orang tua dari bayi perempuan itu. Ditengarai bayi prematur tersebut merupakan hasil hubungan di luar nikah. "Iya, sudah kami amankan. Dan akan kami limpahkan ke Unit PPA Polres Jember hari ini," terang Fatchur, Kamis (31/3) pagi.
Mantan Kapolsek Semboro ini masih belum mengungkapkan identitas pasangan itu. Namun, Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, sang ibu masih di bawah umur. Pelaku tercatat sebagai salah seorang pelajar SMK. "Untuk lebih jelasnya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," katanya.
Kasus penemuan bayi ini sempat menggegerkan warga Desa Rowotengah, Sumberbaru. Sebab, menjelang Subuh, Sumiati warga setempat, mendengar tangisan bayi dari belakang rumahnya. Awalnya, saksi mengira tangisan itu berasal dari suara televisi tetangganya. Namun, beberapa jam kemudian Sumiati kembali mendengar jeritan bayi itu. Penasaran, dia pun mencari ke belakang rumah. Ternyata, ada sesosok tubuh mungil tak berbaju di antara tanaman bumbu dapur. "Saat ditemukan, bayi itu sudah dikerubuti semut," ujarnya, kepala anggota polisi kala itu
Selanjutnya, oleh warga bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Rowotengah untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan, berat badan bayi itu hanya 1.300 gram dengan panjang 36 sentimeter. Ini cukup mungil untuk ukuran bayi yang lahir normal. Diduga bayi tersebut lahir prematur. Diperkirakan usia kandungan delapan bulan.
Kondisi bayi cukup memprihatinkan. Warna kulit kemerahan. Sedangkan pada tulang belakang terdapat benjolan. Untuk perawatan lebih lanjut, bayi tersebut kemudian dirujuk ke RSD dr Soebandi Jember menggunakan ambulans desa dengan pengawalan dari perangkat desa setempat, serta petugas kepolisian. Saat ditemukan, tali pusar bayi sudah terpotong. Dimungkinkan orang tua atau pembuang menginginkan bayi itu tetap hidup dan diasuh orang lain. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Polsek for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal