JEMBER, RADARJEMBER.ID - Aksi kejahatan yang menggemparkan warga terjadi di Dusun Penitik, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember, tepatnya di areal persawahan lingkungan Karang Genting. Seorang pemuda dibacok oleh sekelompok orang tak dikenal, Senin (14/3). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 tersebut mengakibatkan korban luka parah di bagian paha dan bokong. Korban meninggal setelah dibawa ke RSD Balung.
Iksan, salah seorang saksi mata, mengatakan, kejadian ini bermula ketika ada empat orang yang mengendarai dua kendaraan bermotor tiba-tiba menghadang mobil putih yang melintas. Korban yang saat itu bersama seorang perempuan di dalam mobil keluar dan berusaha menanyakan maksud penghentian tersebut. "Baru keluar dari mobil, salah satu dari empat orang itu memukul korban," katanya.
Iksan mengaku tidak tahu persis apa yang melatarbelakangi pemukulan itu. Namun, dia melihat, setelah salah satu pelaku memukul, korban kemudian lari menyelematkan diri ke areal persawahan. Melihat korban yang berusaha kabur, tiga pelaku berusaha mengejarnya. Selanjutnya, salah satu pelaku membacok korban dan mengenai paha. "Korban terjatuh. Pelaku tetap membacok korban. Saat itu saya berteriak jangan berkelahi di sini," ujarnya.
Polisi yang mendapat laporan itu segera mendatangi lokasi. Tim Inafis Polres Jember juga terlihat melakukan olah TKP. Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti. "Pelaku masih dalam lidik," terang AKP Ribut Budiono, Kapolsek Puger.
Menurut dia, korban bernama Rizal Muafikal Halim, warga Dusun Krajan, Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger. "Korban dibacok pakai celurit sebanyak dua kali. Korban meninggal di rumah sakit," jelasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Selain melacak identitas pelaku, juga menyelidiki motif yang menjadikan pelaku nekat membacok korban. Meski polisi belum resmi menyampaikan motif kejahatan ini, namun berdasarkan informasi di lapangan, motif asmara diduga yang melatarbelakangi perbuatan itu. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Polsek Puger for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal