Namun, akibat kebakaran itu rangka baja meleleh. Kobaran api yang membakar ruangan tersebut sangat panas, sehingga tak kuat menahan panas. Apalagi di ruangan yang terbakar ada peralatan sound system, AC serta lampu dan kursi yang gampang terbakar.
BACA JUGA: Tim Labfor Polda Jatim Selisik Penyebab Terbakarnya Aula RRI Jember
Seluruh rangka baja bengkok dan semua isi di ruangan ludes tak tersisa. Demikian juga dengan puluhan kursi yang ada di dalamnya. “Memang ruang yang terbakar itu ada peredamnya. Isinya sekam dan gasbull. Sehingga saat terjadi kebakaran api terus membesar,” ujar Suroso, Kepala RRI Jember, Senin (14/3).
Menurutnya, sebelum kebakaran, Kamis (10/3), ada beberapa pekerja yang sedang bersih-bersih. Termasuk bagian teknisi yang sedang mempersiapkan untuk Pekan Tilawatil Quran (TPQ) Nasional Juni mendatang.
Beruntung saat kebakaran terjadi, karyawan yang melihat sigap mematikan saklar, sehingga kebakaran tak sampai merembet melalui kabel dan berdampak ke pemancar. Sore harinya, radio sudah kembali mengudara dan menyapa pendengar seperti biasanya. “Hal ini untuk kepentingan pemirsa atau masyarakat,” tuturnya. (*) Editor : Maulana Ijal