Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, penemuan jasad korban terakhir ini bermula saat Tim Sar Rimba Laut menyisir sejumlah kawasan di sekitar pantai payangan. Saat itu, tim melihat ada jasad yang mengambang di sekitar Bukit Semboja. Namun, karena arus dan ombak yang cukup besar, akhirnya tim urung mengambil jasad tersebut dan baru dilakukan evakuasi satu jam kemudian setelah ombak mereda. “Saat itu posisi korban tertelungkup,” kata salah seorang anggota Tim Sar Rimba Laut.
Kini, jasad para korban meninggal telah dibawa ke puskesmas terdekat. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah para korban ini akan diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Sedangkan para korban selamat, mereka juga dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Karena beberapa korban yang selamat tersebut ada yang mengalami luka-luka.
Sebelumnya, tragedi memilukan ini terjadi Minggu (13/1) dini hari. Sebanyak 24 orang rombongan dari kelompok Tunggal Jati Nusantara yang dipimpin Hasan, secara estafet berangkat menuju Pantai Payangan. Ada dua kendaraan yang mereka gunakan. Isuzu Elf dan Toyota Avansa. Mereka berangkat dari rumah sang pemimpin di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi. Sedangkan para jamaahnya berasal dari Kecamatan Panti, Patrang, Sukorambi, Sumbersari, Ajung, Jenggawah, dan ada juga yang berasal dari Kabupaten Bondosowo.
Dari 24 orang anggota rombongan, 23 di antaranya mengikuti ritual. Hanya satu orang yang tidak terlibat, karena hanya bertugas sebagai sopir. Sedangkan lainnya, mengikuti prosesi ritual yang belum diketahui secara pasti apa tujuannya tersebut. Ditengarai, ritual meditasi ini berhubungan dengan keyakinan aliran tertentu yang terwadahi dalam kelompok Tunggal Jati Nusantara. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal