Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nelayan Harus Piawai, Ombak Laut Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Safitri • Senin, 2 Agustus 2021 | 17:57 WIB
Photo
Photo
PUGER KULON, RADARJEMBER.ID – Kedigdayaan nakhoda benar-benar diuji ketika menghitung kedatangan ombak dari laut. Salah hitung sedikit saja, atau ragu-ragu ketika memegang kendali, kapal yang dia kemudikan bisa kandas dan terdampar.

Nah, Plawangan, Pantai Pancer, Puger, kerap menjadi tempat di mana nakhoda harus benar-benar piawai mengendalikan perahunya. Tak jarang kecelakaan laut terjadi di sana, dengan penyebab utama yakni tergulung ombak atau kandas diterjang ombak.

Seperti yang dialami salah satu perahu yang melintas di Plawangan, Pantai Pancer, Kecamatan Puger, kemarin (1/8). Perahu dengan nama Purnama tertulis di badannya itu kandas dihantam ombak saat melintas di Plawangan, Puger, pukul 09.15. Perahu yang membawa hasil tangkapan seusai melaut itu dihantam ombak dari belakang hingga berbalik arah, dan langsung menghantam karang yang ada di sisi selatan break water.

Puluhan anak buah kapal (APK) langsung semburan melompat dari atas perahu ketika mulai berbalik arah. Sementara itu, sebagian lagi masih bertahan di atas perahu yang sudah dalam posisi miring. Terus-menerus ombak besar menghantam perahu yang sudah kandas di atas karang. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Masing-masing ABK langsung tanggap. Ada yang mengambil bambu dan tali tampar besar yang dilempar. Mereka yang sebelumnya masih di atas perahu langsung turun dan menarik tali untuk menahan agar perahu tidak terbawa ke tengah. Sebagian lainnya menyelamatkan ikan hasil tangkapannya.

Photo
Photo
TERDAMPAR: Perahu Purnama akhirnya terdampar di atas karang setelah dihantam ombak. Sejumlah awak kapal berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke laut sebelum kandas.

Awalnya, sebelum kecelakaan terjadi, perahu Purnama bersama sejumlah perahu lainnya hanya berputar-putar di tengah sekitar Plawangan  sambil menunggu gelombang dari tengah. Perahu yang dinakhodai Supri, warga Puger Kulon, ini mencoba masuk melalui Plawangan. Namun, belum sukses melewati Plawangan, ombak besar datang dari belakang hingga mendorong perahu. Bahkan air juga masuk ke dalam perahu.

Alhasil, laju perahu mulai tidak terarah, berbelok ke arah kanan dan menabrak karang. Tidak hanya itu, perahu juga berbalik arah setelah dihantam ombak terus-menerus. Hingga perahu kandas di atas batu karang.

Kerasnya benturan karang mengakibatkan sejumlah kerusakan di bagian bawah. Akibatnya, saat kandas, perahu sudah tidak bisa lagi digerakkan. Sebagian alat-alat yang bisa diselamatkan langsung diturunkan. Termasuk jaring serta barang-barang lainnya.

Setelah menurunkan ikan hasil tangkapan, beberapa ABK masih terlihat trauma. “Seumpomo sabar nggak budal dhisik waktu ombak gedhe, yo minimal aman (Seandainya sabar dan tidak berangkat saat ombak besar, ya minimal aman, Red),” kata salah satu ABK.

Timan, 46, warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, pun masih terlihat trauma setelah berhasil melompat dari perahu yang diikutinya. “Saya langsung melompat setelah perahu berputar arah dan kandas, hingga kaki kena batu karang,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatpolair Polres Jember Iptu Nai menerangkan, beberapa hari belakangan ini ombak cukup tinggi hingga membahayakan nelayan yang pergi melaut. Tak sedikit pula nelayan yang memutuskan tidak berangkat ke tengah laut. “Selain hasil tangkapannya sepi, juga ombaknya tidak bersahabat. Selain ombak besar, juga angin dan di tengah terlihat tertutup kabut,” tuturnya.

Reporter : Juma’i

Fotografer : Juma’i

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri
#Headline #Pantai