Rata-rata pengendara yang kecelakaan bukan warga setempat. Saat melintas di daerah tersebut, mereka tidak hafal medan jalan. Apalagi jika turun hujan, kubangan jalan tertutup dengan genangan air sehingga berbahaya bagi pengendara. “Pernah dalam sehari terjadi empat kali kecelakaan,” ujar Fendik, warga setempat.
Kejadian pertama, kata dia, adalah seorang ibu yang membawa barang dagangan. Insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30. Selang beberapa menit kemudian, sekitar 08.33 disusul oleh pengendara mobil yang menghindari lubang. Dia menabrak pengendara motor dari arah berlawanan hingga mengakibatkan luka memar dan patah tulang. Korban sampai dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kecelakaan susulan terjadi lagi tepat pukul 13.21. Kala itu, seorang pengendara perempuan yang berboncengan dengan temannya melaju dengan kecepatan sedang. Dia tak sempat menginjak rem ketika berusaha menghindari lubang besar. Akhirnya, pengendara itu jatuh hingga terseret motor beberapa meter. Akibatnya, salah satu dari mereka dibawa ke rumah sakit karena mengalami cidera cukup parah pada kakinya.
Warga setempat mempunyai inisiatif mengumpulkan dana seadanya untuk menambal beberapa bagian di titik terparah. Namun, hal itu tidak bertahan lama karena hanya mengunakan bahan campuran semen biasa. Sejumlah pedagang yang tepat berada di depannya juga menututupi jalan berlubang itu dengan ban bekas dan sebatang kayu balok. “Ini menjadi tanda bagi pengendara yang melintas bahwa di situ ada lubang,” ujar Yuni, warga lainnya.
Agar tidak terulang kejadian serupa, warga mengimbau bagi semua pengendara harus ekstra hati-hati jika melintasi daerah tersebut.
Nadir, penjual kopi di area tersebut mengungkapkan, selain lama tak tersentuh perbaikan, kondisi jalan rusak itu juga disebabkan banyaknya kendaraan berat yang melintasi jalanan tersebut.
Reporter: mg
Fotografer: mg
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri