Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Miliki Beragam Disiplin Bela Diri, Kuncinya Mematuhi Pelatih

Radar Digital • Rabu, 28 April 2021 | 17:15 WIB
ATLET POTENSIAL: Abdulrahman (kanan) tengah menunjukan kemampuannya bersama pelatih di Pendapa Bupati Jember. Atlet muay thai dari Jember ini ditargetkan meraih medali emas di PON Papua mendatang.
ATLET POTENSIAL: Abdulrahman (kanan) tengah menunjukan kemampuannya bersama pelatih di Pendapa Bupati Jember. Atlet muay thai dari Jember ini ditargetkan meraih medali emas di PON Papua mendatang.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Mengenakan kaus berkerah hijau khas kontingen Jatim untuk PON, Abdulrahman segera berdiri. Dia memeragakan dance muay thai fight di Pendapa Bupati Jember, 11 April lalu. Walau tidak ada musik pengiring, dirinya tetap melakukan gerakan bela diri khas dari Negeri Gajah Putih tersebut.

Meski tak ada musik, dirinya cukup bangga. Sebab, bisa mewakili Jatim untuk ke PON Papua. Bahkan, Abdulrahman bisa jadi ujung tombak dalam meraih medali cabor muay thai tersebut. Sebab, dirinya ditargetkan meraih emas.

Hal itu tidak lain atas capaiannya selama ini dalam pertandingan. Tercatat, dia berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun 2019 lalu. Dia kembali meraih medali emas.

Bermain di kelas 60 kilogram pada laga final waktu itu, Abdulrahman berhasil mengalahkan atlet asal Kalimantan Timur. Meski begitu, dia mengaku masih waspada di PON Papua mendatang. Sebab, dia merasa atlet muay thai yang kuat selain dari Papua adalah asal Kalimantan Timur. “Kalimantan Timur dan Papua yang berat. Makanya terus berlatih. Tidak boleh dianggap enteng,” tuturnya.

Selain muay thai, Abdulrahman juga menguasai olahraga bela diri lainnya. Silat, wushu sanda, tinju, dan kick boxing. Baginya, belajar berbagai ilmu bela diri adalah untuk menambah kemampuan dirinya, juga mencari jalan lain untuk berprestasi di bidang olahraga.

Pria asal Desa Curahmalang, Rambipuji, tersebut mengaku pernah latihan tinju, tapi sudah lama tidak kunjung juara. Bahkan, dia juga sempat mengadu karir dengan berlatih tinju di Semarang. Kegagalannya tidak membuat Abdulrahman berkecil hati. Bersama pelatihnya, salah satunya Ardhianto Oki Wijaya, dia terus digembleng untuk berlatih olahraga bela diri lainnya.

Bahkan, di wushu sanda dirinya sempat menunjukan prestasi. Dengan bermain delapan dan juara terus. Namun, keberuntungan tidak menghampirinya untuk masuk tim Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jatim. Selanjutnya, pada 2018, Abdulrahman mulai turun di Kejurnas Muay Thai Jawa Timur.

Memiliki banyak disiplin ilmu bela diri memang menguntungkan, karena banyak pengalaman dan ilmu. Namun, berbeda saat di ring. Abdulrahman mengaku pernah mendapatkan peringatan dari wasit karena bertanding tidak sesuai aturan. Dia mencontohkan, saat pertandingan muay thai, dirinya menjatuhkan lawan dengan membanting. “Kalau muay thai tidak apa banting, tapi tidak sampai diangkat. Tapi saya lakukan itu, karena lupa bila tidak boleh. Kalau wushu boleh banting sampai angkat tubuh lawan,” ungkapnya.

Kesuksesan hingga menembus PON tidak lain karena fokus latihan dan patuh terhadap pelatih. Dia mengaku, usia remaja menjadi masa yang sulit bagi atlet. Sebab, di sana ada tantangan tersendiri bagaimana mencari jati diri ataupun mencari hal-hal baru. Dia bisa seperti ini juga tidak lain karena pelatih yang membimbingnya.

Lulus SMA pada 2016 lalu, Abdulrahman mengaku tetap fokus di dunia atlet. Bila bekerja, kaitannya pun tetap dengan olahraga bela diri. Dia juga sempat menjadi trainer olahraga muay thai di Jember sebelum kiprahnya tercium oleh Jatim untuk masuk skuad Kontingen Jatim ke PON Papua.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Features