Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gumuk di Jenggawah Mendadak Ramai Didatangi Warga

Safitri • Minggu, 7 Maret 2021 | 01:12 WIB
TUAI PRO KONTRA: Warga Dusun Gumukrase Desa Kemuningsari Kidul Kecamatan Jenggawah saat mendatangi sebuah gumuk di dusun mereka, Sabtu (6/3).
TUAI PRO KONTRA: Warga Dusun Gumukrase Desa Kemuningsari Kidul Kecamatan Jenggawah saat mendatangi sebuah gumuk di dusun mereka, Sabtu (6/3).
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Puluhan warga tampak berkumpul di sekitar gumuk di Dusun Gumukrase, Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Sabtu siang (6/3). Mereka terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi gumuk yang dinilai menjadi salah satu ladang mata pencahariannya.

Tampak di sekitar warga, juga terdapat belasan dum truk yang tengah terparkir. Rupanya truk-truk yang terparkir saat itu merupakan truk tambang, mengeruk dan mengangkut tanah dari gumuk tersebut.

Mereka tidak beroperasi lantaran muncul kelompok warga yang tidak setuju adanya aktifitas penambangan di gumuk tersebut.

Tak jauh dari lokasi, muncul puluhan warga lain yang juga mendatangi lokasi gumuk. Sejumlah warga ini didampingi Lembaga Swadaya Masyarakat - Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM-GMBI) Distrik Jember. Mereka datang hendak memasang banner penolakan, yang diletakkan persis di area galian C.

Suasana sempat memanas saat kedua kubu itu bertemu. Beruntung, aksi mereka dikawal kepolisian setempat, sehingga ketegangan tidak sampai menimbulkan chaos. "Biarkan saja dulu, jangan diganggu," imbau salah seorang aparat kepolisian saat mengamankan aksi pemasangan banner penolakan itu.

"Alasan adanya aksi ini, pertama tambang ditengarai tidak berijin, ilegal. Kedua merusak akses jalan, ketiga adanya kesenjangan karena masyarakat tidak dilibatkan juga bekerja di situ," beber Nailil Hufron, Ketua LSM GMBI Distrik Jember, saat ditemui usai melakukan aksi, Sabtu (6/3).

Kedatangannya mendampingi sejumlah warga saat itu sontak memancing warga lainnya, yang juga mengaku warga asli Dusun Gumukrase yang bekerja di lokasi tambang itu. "Wong tidak ganggu masyarakat, di sini semua setuju, kok ada orang luar tidak setuju," kata Abdul Qodir, warga setempat yang juga sopir dum truk pengangkut tambang tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Sabtu siang (6/3), suasana memang sudah mereda. Meskipun sempat ada ketegangan, aksi mereka pun berlangsung tertib. Tak berselang lama, warga pun kembali pulang.

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Maulana
Redaktur: Sholikhul Huda Editor : Safitri