Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kondisi terkini jalan tembusan Kecamatan Pakusari tersebut terbilang membahayakan. Sebab, menurut warga setempat, jalan itu dibangun di atas Kali Mayang. Dan di bawahnya tidak ada fondasi atau penyangga apapun.
Terjadinya longsor dua tahun silam itu, juga disebabkan oleh derasnya arus sungai. Sehingga sebagian tanah yang berada di bawah jalan itu mulai tergerus, hingga terjadi longsor.
Rauf, salah satu warga mengatakan, hampir setengah dari badan jalan tersebut ambrol akibat tanah longsor. Saat ini, jalan hanya dapat dilewati oleh kendaraan roda dua. Di sana juga tak ada papan pemberitahuan waspada jalan rusak.
Kondisi itu menggerakkan masyarakat setempat untuk memberi batas jalan dengan menggunakan bambu dan kayu seadanya. Bahkan juga ditanami pohon di tepiannya, agar terlihat oleh warga.
"Dulu juga pernah pakai cempolong di ujung barat dan timur. Biar mobil tidak masuk ke jalan ini. Karena kan mereka nggak tahu, kalau sudah tidak bisa lewat," terangnya.
Sementara itu, Mashuri, kepala dusun setempat, mengatakan, pihak desa sempat berniat membenahi jalan tersebut. Dengan cara membeli lahan sawah yang mepet jalan. Namun, sang pemilik sawah tak mengizinkan lantaran tak ingin lahan sawahnya berkurang.
"Sudah ditawar sepuluh juta rupiah, tapi yang punya tidak mau. Menurut saya, alasannya tidak logis sebenarnya," paparnya.
Setelah mendapat tanggapan dari pemilik sawah, kini tak ada lagi tindak lanjut yang dilakukan oleh pihak desa. Sehingga setiap hari, warga Dusun Tegalgusi harus melewati jalan yang membahayakan tersebut. (*)
Reporter: mg1
Fotografer: mg1
Editor: Mahrus Sholih Editor : Safitri