Teknik ecoprint ini memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di alam sekitar. Baik untuk pembuatan kain, pewarna, maupun pola motif. Bahan yang digunakan berupa dedaunan, bunga, batang, bahkan ranting.
Namun, yang menjadi pusat perhatian dari sekian produk kreasinya itu adalah masker yang terbuat dari kertas semen. Meski berbahan limbah, tapi Siti Romlah memastikan kebersihannya. Sebab, bahan daur ulang itu dibersihkan berulang-ulang sebelum dibentuk menjadi masker.
Dia menerangkan langkah-langkah pembuatan masker tersebut. Pertama, kertas semen dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan, lalu direndam bak berisi air. Supaya tidak sobek, kertas semen dibersihkan menggunakan sikat gigi. Selain itu, dibersihkan menggunakan deterjen. Setelah pembersihan tahap pertama rampung, selanjutnya dijemur sampai setengah kering. “Kemudian, dibersihkan lagi dengan cara yang sama dan dijemur lagi,” terangnya.
Setelah hampir kering, kertas itu diremas supaya membentuk motif yang unik. Setelah benar-benar kering, selanjutnya kertas semen itu diwarnai menggunakan teknik ecoprint. “Berikutnya dicuci lagi menggunakan deterjen untuk menghilangkan bahaya dari bahan dasar ecoprint itu,” terang perempuan yang tinggal di RT 2 RW 2, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, tersebut.
Menurutnya, masker berbahan kertas semen ini terdiri atas empat lapis. Yakni, kertas semen, busa, trikot alias bahan rajut polos yang terbuat dari nilon, rayon, sutra, atau katun. Sementara itu, lapisan terakhir adalah kain furing alias kain pelapis.
Awal mulai membuat masker semen, wanita 48 tahun ini mengungkapkan, karena dirinya termotivasi dari salah satu video di YouTube yang menampilkan pembuatan tas dan wadah pensil dari kertas semen. “Karena saat ini yang paling laris adalah masker, jadi saya coba membuatnya,” ucapnya.
Setelah dipajang di berbagai media sosial, ternyata banyak peminatnya. Selain karena fungsi, banyak orang yang tertarik karena bahan dasarnya terbuat dari benda yang antimainstream. Yakni, kertas semen.
Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Safitri