Fariz bersama teman-temannya saat hujan datang memang memilih ke luar rumah. Dia tahu, tidak mungkin untuk main di sungai karena arusnya kuat. Dengan cangkul, mulanya dia menggali untuk dijadikan kubangan air sebagai tempat bermain. Namun, ada benda keras yang membuat Fariz tertarik. Ada sebuah tang di lubang tanah hasil galiannya itu.
Mendapatkan alat pemotong kawat itu, Fariz lebih semangat lagi menggali dengan cangkul. Dia terkejut ketika ada gergaji dan alat-alat pertukangan yang lain. Peralatan tersebut akhirnya dibersihkan dan diletakkan begitu saja di depan rumah warga yang terdampak banjir luapan Sungai Bedadung, akhir Januari lalu.
Sementara itu, Bungkus Ribut Wahyudi, warga setempat yang rumahnya rata dengan tanah, mengaku bahwa anak-anak yang bermain saat hujan tersebut bukan anak-anak terdampak banjir. “Anak-anak kampung atas itu,” terangnya.
Dia mengaku, beberapa barang memang ditemukan bocah-bocah itu saat bermain di pinggiran kanal. Bahkan, kata dia, ada yang sampai menemukan komputer. Sebagai warga terdampak, dia sangat bersyukur warga Jember ini peduli dengan bencana. Bahkan, dirinya mendapatkan bantuan uang untuk menyewa rumah. “Sekarang tinggal di atas, kontrak rumah. Uangnya dapat bantuan,” jelasnya.
Dia mengaku, saat banjir, barang berharga miliknya ikut hanyut. “Semuanya ikut air, kulkas ya ikut juga,” ungkapnya. Beruntung, dua motor berhasil selamat dari terpaan banjir tersebut. Editor : Safitri