Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Telan Rambutan, Bocah SD Meninggal

Safitri • Jumat, 5 Februari 2021 | 16:30 WIB
Photo
Photo
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Tiada yang mengira, ajal begitu cepat menjemput Rendy. Bocah yang duduk di bangku kelas 1 SD itu mengembuskan napas terakhir di Puskesmas Jenggawah, Rabu (3/2) kemarin. Ia tersedak rambutan dan terlambat mendapat pertolongan. Kini, duka menyelimuti keluarga korban yang tinggal di Dusun Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.

Petaka ini bermula ketika Rendy dan kakak perempuannya yang berusia 10 tahun, berjalan dari rumah menuju kediaman sang bibi, 200 meter dari tempat tinggalnya. Di tengah perjalanan, sekitar pukul 09.00 pagi, korban berhenti di bawah pohon rambutan milik Suwandi, tetangga mereka. Rendy sempat berdiri di jalan. Dia sesekali mendongak ke atas. Ternyata, ada buah rambutan yang jatuh dari pohon. Tak jauh dari lokasinya berdiri.

Setelah memungut, Rendy seketika mengupas buah yang baru jatuh itu. Dia lalu memakannya. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba korban kesakitan. Tangannya merogoh ke dalam mulut seperti hendak mengeluarkan sesuatu. Sang kakak yang berada di depan, tidak curiga dengan sikap adiknya itu. Dia tak mengira, peristiwa ini akan menjadi sebab kematian adiknya tersebut. Rupanya, Rendy tersedak. Buah tersebut berhenti di tenggorokannya.

Sang kakak terus berjalan hingga sampai di rumah bibinya. Namun, sesampainya di rumah bibinya tersebut, ada yang aneh dengan kondisi korban. Jari tangannya tak pernah lepas dari mulut. Dia terus memasukkan telunjuknya dan mengorek-orek ke dalam tenggorokan. Selepas itu, korban meronta kesakitan. Darah segar keluar dari mulutnya.

Tak berselang lama, kondisi korban semakin lemas. Sesaat kemudian, ia tak sadarkan diri. Melihat kondisi ini, beberapa orang dewasa yang melihat peristiwa itu langsung membawa korban ke Puskesmas Jenggawah. Petugas medis berhasil mengeluarkan buah yang menyumbat kerongkongan Rendy. Namun takdir berkata lain, bocah itu meninggal.

“Saat anaknya menelan biji rambutan, ibunya sedang ngobrol bersama tetangga. Karena tidak tahu kalau anaknya ini menelan biji rambutan,” kata Supah, tetangga korban. Ibunya baru tahu setelah disusul tetangga dan diberi tahu kalau anaknya mengeluarkan darah dari mulutnya, hingga kemudian dibawa ke puskesmas setempat. Editor : Safitri