Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Giacomo Agostini Soal Marc Marquez Mendekati Catatan Kemenangannya: Rekor Ada untuk Dipecahkan, tapi Saya Harap Tetap Milik Saya!

Imron Hidayatullahh • Rabu, 11 Maret 2026 | 16:59 WIB

Marc Marquez, Juara Dunia MotoGP 2025.
Marc Marquez, Juara Dunia MotoGP 2025.

Radar Jember  – Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Agostini tetap memantau ketat perkembangan MotoGP.

Salah satu topik utama adalah peluang Marc Marquez untuk menyamai atau melewati rekor 15 gelar juara dunia miliknya (8 gelar di kelas utama).

"Rekor memang dibuat untuk dipecahkan. Marquez adalah satu-satunya yang bisa mendekati atau memecahkannya saat ini. Dia masih sangat kuat, tapi dia tidak punya banyak waktu lagi untuk melakukannya," ujar Agostini dikutip Radar Jember dari laman Motosan.

Baca Juga: Jawaban Berkelas Marc Marquez Saat Ditanya Soal Pedro Acosta: Marc Tahun 2013 Juara Dunia di Musim Pertamanya!

Ia pun berseloroh sambil tertawa, "Semoga rekor itu tetap bersamaku—jika tidak, mereka setidaknya harus mengundangku ke pesta perayaannya."

Sorotan untuk Paddock: Bezzecchi dan Bagnaia

Agostini memberikan pujian khusus kepada Marco Bezzecchi yang tampil dominan di Thailand.

"Dia melakukan pekerjaan hebat, kemenangan hari Minggu kemarin menunjukkan seluruh kualitasnya," puji Agostini.

Sementara untuk Pecco Bagnaia, Agostini melihat adanya penurunan mentalitas agresif dibanding musim lalu.

Menurutnya, Pecco terlalu banyak berpikir teknis sehingga kehilangan insting 'pembunuh' di lintasan.

Baca Juga: Jorge Lorenzo: Anda Bisa Bilang Rossi Terhebat, tapi Soal Teknik Membalap, Marc Marquez Terbaik Sepanjang Sejarah!

"Dia hanya perlu menemukan kembali gairah dan keinginan untuk menang tanpa perlu takut ada orang lain yang lebih cepat darinya," katanya.

Kritik Pedas: 'Sayap Itu untuk Pesawat, Bukan Motor!'

Sebagai pembalap era klasik, Agostini merasa MotoGP saat ini terlalu bergantung pada teknologi, terutama di bidang aerodinamika.

"Dulu semuanya tentang skill. Sekarang, mereka tinggal menekan tombol dan semuanya bekerja otomatis. Saya ingin peran pembalap kembali dominan," ungkap Agostini.

Ia juga mengkritik fitur sayap pada motor era saat ini. "Pesawat punya sayap, bukan motor. Sayap tidak seharusnya ada di motor balap," kritiknya.

Menurutnya, tenaga motor yang mencapai 300 HP saat ini justru membuat pembalap sibuk menjaga ban dan bensin daripada bertarung habis-habisan.

"Publik ingin melihat pembalap yang memberikan segalanya, bukan yang sekadar menjaga konsistensi," tegasnya.

Pasar Pembalap yang 'Terlalu Cepat'

Agostini juga mengkritik bursa transfer pembalap musim 2026 yang sudah memanas sejak awal musim.

Kepindahan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi ke Aprilia yang sudah diketahui sejak dini dianggap merusak hubungan antara pembalap dan tim lamanya.

"Tim akan berpikir: buat apa saya bekerja keras untuk pembalap yang akan pergi? Harusnya negosiasi baru dimulai di pertengahan musim," tegasnya.

Baca Juga: BREAKING! MotoGP Qatar Terancam Batal Akibat Konflik di Timur Tengah! Dorna Sebut Ogah Pindah Sirkuit

Kenangan Manis: Mekanik Sang Tukang Roti

Menutup wawancaranya, Agostini mengenang kemenangan pertamanya yang unik.

Saat itu, ia membeli motor sendiri di dealer dan mekaniknya adalah seorang tukang roti desa.

"Saat saya minta ganti busi, dia bertanya, 'Di mana letak businya?'. Dan saya memenangkan balapan itu. Itu adalah kemenangan cinta pertama yang tidak akan pernah saya lupakan," kenang Agostini.

Editor : Imron Hidayatullahh
#giacomo agostini #Bagnaia #marc marquez #Marco Bezzecchi #MotoGP