Radar Jember – Seri pembuka musim 2026 di Sirkuit Buriram berakhir antiklimaks bagi kubu Ducati.
Setelah kehilangan kemenangan di Sprint Race akibat penalti, nestapa Marc Marquez berlanjut pada balapan utama hari Minggu (1/3/2026).
Sang juara bertahan terpaksa gagal finis setelah mengalami insiden ban belakang yang mengerikan saat tengah memperebutkan posisi terdepan.
Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, menjelaskan secara teknis penyebab kegagalan tersebut.
Menurutnya, kerusakan bukan berasal dari kualitas ban, melainkan benturan keras pada area sirkuit yang tidak rata.
"Sayangnya, dia melindas kerb (pinggiran lintasan, Red) tepat di titik pertemuan antar sambungan. Pada titik itu, velg motornya terbuka sehingga ban kehilangan tekanan secara mendadak," ungkap Tardozzi, dikutip dari laman Motosan.
'Diteror' Aprilia dan Masalah Teknis Ducati
Selain faktor kesialan, Tardozzi mengakui bahwa para rival—terutama Aprilia dengan Marco Bezzecchi—telah menunjukkan level yang sangat mengkhawatirkan bagi Ducati.
"Bezzecchi sedang dalam performa luar biasa. Sejujurnya, performa itu sudah terlihat sejak pertengahan musim lalu. Ingat, sebelum kecelakaan ini pun, Marc sudah kesulitan mengalahkan Bezzecchi di Austria dan beberapa balapan lainnya," kenangnya jujur.
Tardozzi juga mencium adanya ketidakberesan pada performa seluruh motor Ducati akhir pekan ini.
Ia mencatat adanya penurunan performa yang merata pada seluruh pengguna Desmosedici sejak rangkaian tes minggu lalu hingga balapan di Thailand.
"Ada elemen lintasan yang memengaruhi performa motor kami, sementara motor lain seperti KTM milik Pedro Acosta tidak terdampak. Kami harus mengevaluasi ini dengan serius untuk masa depan," ungkapnya.
Marc Marquez Marah, tapi Tetap Percaya Gigi Dall'Igna
Meski kehilangan podium yang sudah di depan mata, Marquez disebut masih memiliki kepercayaan penuh pada proyek Ducati.
Tardozzi mengungkapkan bahwa Marquez sempat merasa bisa mengejar ketertinggalan dari Raul Fernandez untuk setidaknya mengamankan podium ketiga sebelum insiden ban terjadi.
"Dia tentu marah karena kehilangan podium ini. Dia sadar mempertahankan gelar tahun ini akan jauh lebih berat. Tapi Marc punya kepercayaan besar pada Gigi (Dall'Igna, Red) dan para insinyur kami," tutur Tardozzi.
Ducati kini menatap seri berikutnya dengan harapan kondisi fisik Marquez, terutama bahu kanannya, akan jauh lebih prima untuk membalas kegagalan di Buriram.
Editor : Imron Hidayatullahh