Radar Jember – Legenda MotoGP, Casey Stoner, akhirnya buka suara mengenai kunci dominasi total Marc Marquez di musim 2025.
Meski keduanya tidak pernah bersaing langsung di lintasan, Stoner mengaku telah memantau Marc dengan sangat detail, terutama bagaimana 'The Baby Alien, berevolusi setelah cedera parah pada 2020.
Menurut Stoner, kemenangan Marquez bukan sekadar soal kecepatan murni, melainkan kecerdasan strategi yang gagal dibaca oleh pembalap lain.
Jebakan 'Final Boss' bagi Pembalap Muda
Stoner menyebut banyak pembalap saat ini terjebak dalam rasa takut yang berlebihan terhadap Marquez.
Mereka melihat Marc sebagai sosok 'Final Boss' yang mustahil dikalahkan, tanpa mencoba mencari titik lemahnya.
"Marc punya kelemahan besar di masa lalu yang saya rasa tidak disadari siapa pun. Mengherankan tidak ada yang bisa mengeksploitasinya. Mungkin karena rivalnya terlalu fokus pada betapa sulitnya Marc dikalahkan daripada mencari cara untuk membalap melawannya," ungkap Stoner dilansir dari Motosan.
Belajar dari Strategi Max Verstappen di F1
Kunci utama kemenangan Marquez di musim 2025, menurut Stoner, adalah manajemen ban yang luar biasa sabar.
Stoner bahkan menyamakannya dengan bintang Formula 1, Max Verstappen. Seperti Verstappen, Marquez tidak langsung menekan habis-habisan (push) saat ban masih baru.
Dengan menjaga suhu dan keausan ban di awal laga, Marquez memiliki cadangan performa untuk tampil "mengerikan" di 10-15 lap terakhir.
"Pembalap lain hanya melihat Marc yang punya satu kecepatan konstan, padahal dia sedang memainkan kartu yang berbeda setiap pekannya," tambah Stoner.
Melawan Dominasi Elektronik
Hal menarik lainnya adalah gaya balap Marquez yang kini lebih mirip dengan gaya legendaris Stoner: meminimalisasi bantuan elektronik.
Saat pembalap lain sangat bergantung pada sistem elektronik untuk mengendalikan selip (slide), Marquez justru berusaha agar elektronik tidak perlu mengintervensi terlalu banyak.
Hasilnya, ban tidak cepat panas dan daya cengkeramnya tetap tinggi hingga akhir balapan.
"Dia sekarang lebih banyak 'mendengarkan' motor dan ban. Jika Anda lihat balapan di paruh kedua musim lalu, dia selalu menunjukkan kekuatan luar biasa di lap-lap akhir karena dia sangat berhati-hati di awal. Orang-orang tidak cukup menyadari hal itu," tutup Stoner.
Editor : Imron Hidayatullahh