Radar Jember – Teka-teki masa depan Fabio Quartararo mulai menemui titik terang.
Meski kontraknya dengan Yamaha baru akan berakhir pada penghujung 2026, pebalap asal Prancis ini dikabarkan mulai mengalihkan fokus ke Honda untuk memimpin era baru MotoGP 2027.
Langkah ini diambil setelah negosiasi Quartararo dengan Aprilia menemui jalan buntu.
Kabarnya, tim asal Noale tersebut keberatan dengan permintaan gaji El Diablo sebesar £4,5 juta (sekitar Rp102 miliar) per musim.
Padahal, angka tersebut sudah didiskon besar-besaran dari gajinya di Yamaha saat ini yang mencapai £10 juta (Rp228 miliar) per tahun.
Mengapa Harus Honda?
Bagi juara dunia 2021 ini, Honda bukan sekadar pelarian. Ada beberapa alasan strategis mengapa tim sayap mengepak itu menjadi prioritasnya:
Kesiapan Regulasi 850cc
Quartararo menilai Honda jauh lebih siap menghadapi transisi teknis besar pada 2027, terutama dalam pengembangan mesin V4 dan adaptasi batasan aerodinamika baru dibandingkan kompetitor seperti KTM.
Status Rider Bintang
Sejak kepergian Marc Marquez pada akhir 2024, Honda kehilangan sosok 'ikon' yang mampu mengangkat performa motor.
Quartararo diproyeksikan menjadi pemimpin proyek jangka panjang ini.
Opsi Terbatas
Dengan pintu Ducati yang sudah tertutup rapat karena duet Marc Marquez-Pedro Acosta, Honda menjadi opsi paling realistis dan kompetitif secara finansial.
Statistik yang Mengkhawatirkan di Yamaha
Perjalanan Quartararo bersama Yamaha memang tengah berada di titik nadir.
Sejak kemenangan terakhirnya di GP Jerman 2022, performanya merosot tajam:
-
72 Balapan Terakhir: Hanya meraih 6 podium.
-
47 Balapan Terakhir: Hanya mampu naik podium 1 kali.
Saat ini, Honda masih mempercayakan line-up 2026 kepada Joan Mir dan Luca Marini.
Namun, negosiasi kontrak dua tahun dengan Quartararo diprediksi akan mengubah peta kekuatan tim secara drastis pada 2027.
Keputusan akhir ini akan menentukan apakah sang pebalap Nice bisa kembali ke jajaran depan atau justru terjebak dalam krisis pengembangan motor Jepang.
Editor : Imron Hidayatullahh