Radar Jember – Marc Marquez kembali membuktikan dirinya sebagai maestro 'mind games' di MotoGP.
Lewat sebuah video prediksi yang diunggah akun resmi MotoGP, sang juara bertahan melempar spekulasi panas mengenai komposisi pembalap untuk musim 2027.
Dalam video tersebut, para pembalap diminta menyusun line-up impian untuk musim 2027—tahun di mana regulasi mesin 850cc dan ban Pirelli mulai diberlakukan.
Namun, pilihan Marquez justru bikin dahi para petinggi Ducati berkerut.
Baca Juga: Ambisi Kebangkitan: Bagnaia Dijagokan Kembali Rebut Status Penantang Gelar MotoGP 2026
Alex Marquez Masuk Tim Pabrikan, Pedro Acosta 'Dibuang'
Momen paling menarik adalah ketika Marquez menyusun formasi tim Ducati Lenovo.
Awalnya, ia sempat menaruh foto Pedro Acosta di kursi pabrikan tersebut.
Namun, hanya dalam hitungan detik, ia menarik kembali foto Acosta dan menggantinya dengan sosok sang adik, Alex Marquez.
Marquez kemudian memasangkan Pecco Bagnaia dan Alex Marquez sebagai duet ideal Ducati di masa depan.
Langkah ini dinilai bukan sekadar candaan, melainkan pesan tersirat bagi manajemen Borgo Panigale.
Ancaman Pensiun atau Sekadar Gertakan?
Lebih mengejutkan, Marc Marquez justru tidak mencantumkan namanya sendiri dalam grid MotoGP 2027.
Saat ditanya apakah ia bakal asyik liburan saat itu, Marquez hanya menjawab dengan senyum penuh teka-teki.
"Mungkin saja, kita tidak pernah tahu," ujarnya singkat.
Padahal, saat ini Marquez diketahui sedang dalam negosiasi intens untuk memperpanjang kontrak dengan Ducati hingga 2028.
Banyak pihak menilai 'pengasingan diri' Marquez dari prediksi tersebut adalah bentuk sindiran halus karena Ducati belum memberikan jaminan soal masa depan adiknya, Alex Marquez.
Perang Dingin dengan Pedro Acosta?
Keputusan Marc menarik foto Acosta dari tim utama Ducati juga memicu spekulasi adanya rivalitas yang mulai memanas.
Baca Juga: Teka-teki Kontrak Marc Marquez: Sengaja 'Gantung' Ducati demi Incar Peluang di Musim 2027?
Ada kesan Marquez kurang sreg jika Ducati terlalu terburu-buru mengamankan wonderkid tersebut sebelum menyelesaikan urusan internal dengan pembalap yang sudah memberikan kontribusi besar, termasuk Alex Marquez.
Lewat permainan ini, Marquez seolah mengingatkan Ducati: jangan hanya silau dengan talenta muda baru, tapi hargai juga performa pembalap yang saat ini sudah bekerja keras di ekosistem Ducati.
Editor : Imron Hidayatullahh