Radar Jember – Kabar kurang sedap datang dari talenta muda MotoGP, Fermin Aldeguer.
Rider tim Gresini Racing itu dipastikan gagal melakoni debut musim 2026 sesuai rencana.
Cedera patah tulang paha (femur) kiri yang dideritanya memaksa Aldeguer melewatkan seluruh tes pramusim dan seri balapan pembuka tahun ini.
Insiden nahas itu terjadi pada 8 Januari lalu saat Aldeguer menjalani latihan dengan motor standar pabrikan di Aspar Circuit.
Ia mengalami kecelakaan highside fatal yang dipicu oleh suhu lintasan yang sangat dingin.
Operasi Berhasil, Namun Pemulihan Butuh Waktu
Sehari pascakecelakaan, Aldeguer langsung naik meja operasi di Barcelona di bawah penanganan Dr Ignacio Ginebreda.
Tim medis memasang pelat dan sekrup untuk menstabilkan tulang pahanya.
Meski operasi berjalan sukses, tim dokter menegaskan bahwa pemulihan tulang femur tidak bisa dilakukan secara instan.
"Tulang paha tidak bisa sembuh dalam semalam. Konsolidasi tulang sangat krusial sebelum ia kembali menunggangi motor bertenaga besar seperti Ducati GP25," ungkap pihak medis.
Baca Juga: Gigi Dall’Igna Tegaskan Ducati Ogah Jadi Tukang Jiplak: Kami Punya Cara Sendiri untuk Menang!
Keputusan Berani Gresini Racing
Pada 12 Februari kemarin, Gresini Racing akhirnya merilis pernyataan resmi bahwa Aldeguer tidak akan terbang ke Buriram, Thailand, baik untuk tes pramusim maupun balapan pembuka.
"Pemulihan Fermin menunjukkan progres luar biasa, namun belum cukup untuk melihatnya membalap di Thailand," tulis pernyataan resmi tim.
Gresini memilih bersikap protektif demi karier jangka panjang sang pembalap ketimbang memaksanya membalap dengan kondisi fisik berisiko.
Michele Pirro Jadi Pembalap Pengganti
Agar pengembangan motor Ducati Desmosedici GP25 tidak terhambat, Gresini telah menunjuk test rider kawakan Ducati, Michele Pirro, untuk mengisi posisi Aldeguer sementara waktu.
Pirro akan bertugas mengumpulkan data penting di Buriram sembari menunggu Aldeguer pulih total di Spanyol.
Langkah ini dianggap sebagai keputusan paling bertanggung jawab.
Bagi Aldeguer, ini adalah ujian kesabaran untuk kembali lebih kuat tanpa harus menanggung risiko komplikasi cedera yang lebih parah di masa depan.
Editor : Imron Hidayatullahh