Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gigi Dall’Igna Tegaskan Ducati Ogah Jadi Tukang Jiplak: Kami Punya Cara Sendiri untuk Menang!

Imron Hidayatullahh • Kamis, 12 Februari 2026 | 18:00 WIB

Manajer Umum Ducati, Luigi Dall
Manajer Umum Ducati, Luigi Dall

Radar Jember - Bos Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, kembali menegaskan dominasi pabrikan asal Italia tersebut dalam peluncuran tim MotoGP 2026.

Sosok yang dijuluki sebagai 'Adrian Newey-nya MotoGP' ini memastikan bahwa Ducati tidak akan berhenti berinovasi, meski regulasi besar akan berubah dalam waktu dekat.

Dalam wawancara eksklusif dengan Speedweek.com, Dall’Igna membeberkan rahasia dapur Ducati yang tetap konsisten di puncak.

Salah satu kunci utamanya adalah kebanggaan Ducati untuk tidak meniru pabrikan lain.

Baca Juga: Presiden Italia Sergio Mattarella kepada Valentino Rossi: Bisa Kalahkan Orang-Orang Spanyol Itu Kan?

"Saya rasa kami adalah satu-satunya pabrikan yang tidak mencoba menyalin orang lain. Kami mendidik karyawan kami secara internal, merekrut lulusan universitas muda, dan melatih mereka dalam sistem kami," ujar Dall’Igna bangga.

Belajar dari Filosofi Valentino Rossi

Dall’Igna membandingkan sistem pengembangan sumber daya manusianya dengan akademi pembalap milik legenda MotoGP, Valentino Rossi.

Dengan mempekerjakan talenta muda, Ducati terus mendapatkan perspektif segar yang menjaga ide-ide teknis tetap relevan.

"Ini mirip dengan apa yang dilakukan Valentino (Rossi, Red) lewat akademinya. Dia mendapatkan keuntungan dari energi para pembalap muda, dan kami merasakan hal yang sama di sisi teknis," tambahnya.

Baca Juga: Rumitnya Negosiasi Kontrak Baru Marc Marquez di Ducati: Lebih Sulit Ketimbang Saat Pertama Gabung!

Tantangan 2027: Kecepatan 360 Km/Jam Mulai Berbahaya

Meskipun fokus pada musim 2026, Ducati sudah mulai mengintip regulasi baru tahun 2027 yang akan menurunkan kapasitas mesin menjadi 850cc.

Menurut Dall’Igna, langkah ini sangat penting demi keamanan.

"Kecepatan motor saat ini mencapai 360 km/jam. Itu terlalu tinggi. Sirkuit-sirkuit yang ada sekarang tidak benar-benar memungkinkan kecepatan setinggi itu. Sangat penting untuk menurunkannya demi keselamatan," jelas sang insinyur jenius.

Fokus Ganda: Gelar Juara 2026 vs Proyek 2027

Tahun 2026 menjadi tantangan berat bagi pabrikan sebesar Ducati.

Mereka harus membagi tim untuk tetap kompetitif mengejar gelar juara sekaligus mengembangkan motor masa depan untuk tahun 2027.

"Semua bergantung pada hasil tes di Sepang. Jika berjalan lancar, kami punya waktu untuk dedikasi pada proyek 2027. Sebagai pabrikan kecil (dibanding raksasa Jepang, Red), kami harus pandai melihat situasi. Hidup tenang belum akan datang bagi kami dalam waktu dekat!" tutupnya sembari tertawa.

Baca Juga: Bagnaia Tak Sudi Turun Kelas: Saya di Tim Satelit Ducati? Saya Pede Jadi Lini Terdepan dan Punya Ambisi Jelas!

Sejauh ini, Ducati masih memegang status sebagai merek paling sukses dengan rekor 88 podium di kelas utama—sebuah angka yang ingin terus ditambah oleh Dall’Igna sebelum era mesin 1.000cc berakhir.

Editor : Imron Hidayatullahh
#MotoGP 2027 #Gigi Dall'Igna #ducati #valentino rossi #MotoGP