Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Barros Ungkap Kunci Pasar Pembalap MotoGP: Semua Tergantung Keputusan Marc Marquez

Imron Hidayatullahh • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:20 WIB
Fabio Quartararo mengungkapkan kemungkinan ia melepas tim Yamaha demi motor lain yang lebih kompetitif di MotoGP.
Fabio Quartararo mengungkapkan kemungkinan ia melepas tim Yamaha demi motor lain yang lebih kompetitif di MotoGP.

Radar Jember - Legenda MotoGP asal Brasil, Alex Barros, angkat bicara soal panasnya bursa pembalap jelang musim 2026.

Terutama arah pasar 2027, yang diyakini bakal mengalami perubahan besar seiring hadirnya regulasi baru.

Dalam kanal YouTube PecinoGP milik Manuel Pecino, Barros menilai komposisi tim-tim MotoGP akan berubah drastis. Menurutnya, Honda sedang membidik tiga nama besar.

“Buat saya, Honda di 2027 akan punya Pedro Acosta, atau Quartararo, atau Jorge Martin. Salah satu dari tiga itu akan berada di bawah payung Honda. Yang mana? Saya tidak tahu. Tapi Honda sedang mengincar mereka bertiga, dan para pembalap itu menerima tawaran,” ujar Barros.

Namun, Pecino menyebut masa depan Pedro Acosta diyakini sudah diputuskan dan bukan ke Honda.

Jika demikian, opsi Honda mengerucut ke Jorge Martin.

Masalahnya, situasi Martin jauh dari ideal. Musim yang dipenuhi cedera membuatnya absen dari tes awal.

“Martin harus membuktikan dirinya lagi,” kata Barros.

“Dia berada dalam situasi sulit. Kalau Martin kembali ke level terbaiknya, dia akan berada setara dengan Bezzecchi. Maka Aprilia akan punya dua pembalap hebat untuk melawan Márquez, dan itu akan indah untuk penonton. Saat ini saya melihat Bezzecchi berada di level Martin ketika juara dunia. Tapi jika Martin tidak kembali kompetitif, dia bisa kehilangan kursi pabrikan.”

Barros juga menilai Marc Marquez adalah kunci utama yang menentukan pergerakan pasar.

“Ketika satu keping mulai pas, seluruh pasar akan bergerak. Sekarang semuanya macet karena Marquez harus memutuskan, Acosta harus memutuskan, Quartararo juga. Mereka adalah kepala-kepala utama. Jika Marquez bertahan di Ducati, lalu Acosta memilih tim satelit atau menggantikan Bagnaia, maka Quartararo juga akan bergerak. Setelah itu, semua keping lain akan terkunci otomatis,” ungkapnya.

Selain itu, Barros menyoroti Maverick Vinales yang kini bekerja sama dengan Jorge Lorenzo sebagai pelatih.

“Saya pikir Vinales akan lebih baik. Seberapa besar peningkatannya, saya tidak tahu. Tapi Lorenzo adalah multi-juara dan tahu apa yang dia lakukan. Maverick adalah pembalap yang berdedikasi. Ini bisa menjadi kejutan, sebuah titik balik,” kata Barros.

Meski begitu, Barros menegaskan kelemahan utama Vinales masih sama.

“Vinales punya potensi. Masalahnya adalah ketidakkonsistenan. Saya tidak pernah melihatnya sebagai juara dunia. Saya selalu bilang dia akan jadi pembalap yang menang balapan, tapi bukan juara. Tapi itu bisa berubah,” katanya.

Kini, Quartararo telah memecah keheningan dengan resmi meninggalkan Yamaha untuk musim 2027.

Pembalap berjuluk El Diablo itu memastikan diri akan menunggangi Honda RC214V. 

Editor : Imron Hidayatullahh
#alex barros #Fabio Quaratararo #Pedro Acosta #marc marquez #Bursa pembalap MotoGP