Radar Jember - Francesco Bagnaia memanfaatkan peluncuran resmi Ducati untuk musim 2026 sebagai ajang meluruskan berbagai kritik yang mengiringi performanya sepanjang musim lalu.
Setelah menjalani musim 2025 yang jauh dari standar terbaiknya, Bagnaia menilai sebagian besar kritik yang diterimanya bersifat berlebihan.
Pada musim 2025, Bagnaia hanya meraih dua kemenangan dan menutup kejuaraan di posisi kelima klasemen akhir.
Hasil tersebut kontras dengan capaian rekan setimnya, Marc Marquez, yang keluar sebagai juara dunia.
Menurut Bagnaia, tidak semua kritik layak dipedulikan.
“Itu tergantung siapa yang menyampaikan kritik, karena 90 persen di antaranya tidak perlu,” ujar pembalap berusia 29 tahun itu.
Ia menjelaskan cara pandangnya dalam menghadapi tekanan publik.
“Kalau kritiknya konstruktif, bagus untuk diterima, didengar, dan dipahami. Tapi kalau kritiknya tidak masuk akal, tidak layak dipertimbangkan,” tambahnya, dinukil dari laman Motosan.
Musim lalu menjadi pukulan bagi Bagnaia, terlebih setelah pada 2024 ia tampil gemilang dengan 11 kemenangan dan bertarung memperebutkan gelar hingga seri terakhir.
Baca Juga: Francesco Bagnaia Harus Reset Total di MotoGp 2026? Kenapa
Kehadiran Marquez di garasi yang sama serta kesulitan menemukan feeling dengan Ducati GP25 membuat performanya tak konsisten.
Pabrikan Italia tersebut bahkan sempat mengubah karakter motor untuk menyesuaikan dengan gaya balap Bagnaia.
Namun, inkonsistensi tetap menjadi masalah utama sepanjang musim.
Meski demikian, Bagnaia menyambut musim 2026 dengan semangat baru.
Tes perdana di Valencia pada November lalu bersama motor terbaru membuatnya kembali optimistis.
Targetnya jelas: kembali ke jalur kemenangan dan membuktikan bahwa penurunan performa musim lalu hanyalah sebuah fase.
Di sisi lain, masa depan jangka panjang Bagnaia di Ducati masih diliputi tanda tanya.
Rumor di paddock menyebutkan Ducati lebih memprioritaskan perpanjangan kontrak Marc Marquez serta membidik talenta muda seperti Pedro Acosta.
Kontrak Bagnaia sendiri berakhir pada akhir musim ini, namun ia tidak menyinggung soal negosiasi dalam acara peluncuran lalu.
Baca Juga: Marc Marquez dan Bagnaia Dukung Aturan Restart Baru MotoGP, Muncul Efek Samping Tak Terduga
Hal tersebut memicu spekulasi mengenai kemungkinan hengkangnya sang juara dunia.
Yamaha disebut-sebut sebagai salah satu tujuan potensial, terutama jika Fabio Quartararo benar-benar memilih mencari tantangan baru.
Sebelum teka-teki bursa pembalap terjawab, fokus kini tertuju pada lintasan.
Tes pramusim resmi akan dimulai pekan depan di Sepang (3–5 Februari), yang akan menjadi gambaran awal potensi Bagnaia dan Ducati 2026 untuk kembali menegaskan posisi mereka di puncak.
Editor : Imron Hidayatullahh