Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Doctor Costa: Perdamaian Rossi–Marquez? Untuk Sekarang Masih Sebatas Mimpi!

Imron Hidayatullahh • Jumat, 19 Desember 2025 | 23:10 WIB
Persaingan Rossi vs Marquez di lintasan mungkin sudah berakhir, tapi soal catatan rekor, Marquez berada di jalur cepat menyusul Rossi.
Persaingan Rossi vs Marquez di lintasan mungkin sudah berakhir, tapi soal catatan rekor, Marquez berada di jalur cepat menyusul Rossi.

Radar Jember - Dokter legendaris MotoGP, Doctor Costa, kembali berbicara blak-blakan soal Marc Marquez.

Dia menyinggung perjalanan berat Marquez sejak cedera parah 2020, hubungannya dengan Valentino Rossi, hingga kondisi mental Pecco Bagnaia saat ini.

Costa mengawali dengan cerita personal saat peluncuran buku terbarunya di Imola, yang dihadiri banyak tokoh besar dunia balap.

Dari sana, pembicaraan mengalir ke sosok Marc Marquez—pembalap yang menurutnya mengalami penderitaan luar biasa, tapi juga kebangkitan yang legendaris.

Cedera Jerez 2020 dan Harga yang Harus Dibayar

Doctor Costa mengakui bahwa periode pasca-cedera Marquez adalah salah satu fase tersulit yang pernah ia saksikan.

“Ada hal-hal yang bahkan tidak ingin saya ingat,” ujarnya.

“Bukan karena marah, tapi karena penderitaan Marc begitu besar. Ia sangat tidak beruntung. Di Jerez 2020, dia dioperasi dan tetap ingin kembali ke lintasan. Kita semua tahu bagaimana akhirnya,” katanya.

Ia tak menutup kemungkinan adanya kesalahan dalam proses tersebut, namun menekankan bahwa kesalahan adalah bagian dari kemanusiaan.

“Yang lebih penting adalah bagaimana semuanya bisa diatasi. Bagaimana Marc bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Itu yang harus dirayakan,” ujarnya.

Ducati, Lebih dari Sekadar Motor Terbaik

Keputusan Marquez meninggalkan Honda dan pindah ke Ducati juga mendapat perhatian khusus dari Doctor Costa.

Menurutnya, faktor teknis hanyalah satu bagian dari cerita.

“Jelas Ducati adalah motor paling diinginkan saat ini. Tapi ada faktor manusia yang jauh lebih besar. Marc menemukan lingkungan yang ideal, tempat mimpinya dan mimpi Ducati menyatu,” jelas Costa.

Ia bahkan menyebut kebangkitan Marquez sebagai sesuatu yang melampaui sekadar prestasi olahraga.

“Marc mengubah air mata menjadi senyuman. Inilah semangat yang dulu mendorong saya mendirikan Clinica Mobile. Para pembalap adalah legenda, dan MotoGP adalah Olimpus tempat mereka menciptakan kisah heroik,” ungkapnya.

Rossi–Marquez: Impian yang Masih Jauh

Topik sensitif pun tak dihindari: hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Costa menyebut perdamaian di antara keduanya sebagai mimpi semua orang—termasuk dirinya.

“Apakah suatu hari akan ada perdamaian? Itu mimpi semua orang. Pengampunan adalah bentuk tertinggi dari jiwa manusia,” katanya.

Namun, ia realistis.

“Saya percaya pada keajaiban, tapi keajaiban yang mungkin. Saya berharap dua legenda besar ini bisa suatu hari menjernihkan semuanya dan berpelukan. Tapi untuk sekarang, itu masih mimpi,” ungkapnya.

Menurut Costa, karakter pembalap juga menjadi faktor penghambat.

“Mereka secepat di lintasan, sekaligus seunik di luar lintasan. Mereka punya waktu dan cara berpikir sendiri. Jadi saya tidak percaya itu akan terjadi dalam waktu dekat,” katanya.

Pecco Bagnaia: Penderitaan yang Berbeda

Doctor Costa juga menyinggung kondisi Pecco Bagnaia yang tengah melalui fase sulit.

Namun ia menegaskan, situasi Pecco tidak bisa dibandingkan dengan Marquez.

“Pecco sedang berada di masa yang sangat berat, dan saya bisa membayangkan penderitaannya. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan Marc Marquez,” tegasnya.

Menurut Costa, seorang pembalap tanpa hasil adalah pembalap yang tersiksa.

“Kadang kamu harus benar-benar menyentuh dasar. Menggaruk tanah paling keras untuk bisa terlahir kembali. Bahkan jatuh lebih dalam bisa menjadi bagian penting dari kisah besar—seperti yang selalu kita lihat pada semua juara sejati,” pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#HONDA #marc marquez #ducati #valentino rossi #MotoGP