Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bulega Blak-blakan: Ke MotoGP Bukan untuk Gaya, Saya Harus Layak Dulu Jadi Pembalap Papan Atas!

Imron Hidayatullahh • Kamis, 20 November 2025 | 22:50 WIB

 

Nicolo Bulega mengendarai motor Desmosedici berwarna kuning saat tes di Valencia, desain ini terinspirasi dari 750 Supersport Desmo yang membawa Franco Uncini menjuarai  Italian 750 cc pada 1975.​
Nicolo Bulega mengendarai motor Desmosedici berwarna kuning saat tes di Valencia, desain ini terinspirasi dari 750 Supersport Desmo yang membawa Franco Uncini menjuarai Italian 750 cc pada 1975.​

Radar Jember - Nicolo Bulega menutup tes Valencia dengan rasa lega—dan senyum yang tidak bisa ia sembunyikan.

Pembalap Italia itu mengakhiri sesi di posisi kedelapan secara keseluruhan, hasil yang membuatnya semakin yakin bahwa suatu hari ia bisa bersaing penuh dengan para bintang MotoGP.

“Sayang sekali saya bahkan tidak sempat satu lap pun bersama Toprak. Kami tidak bertemu di lintasan,” ujarnya sambil tertawa, dilansir dari laman GPOne.

“Berbeda dengan akhir pekan balapan yang penuh tekanan dan harus langsung cepat, di tes ini saya lebih tenang dan bisa menunjukkan bahwa saya bisa berkembang. Karena itu saya pulang dengan senyum,” katanya.

Bulega merasa tes Valencia memberinya sesuatu yang selama ini sulit ia dapatkan saat balapan: waktu.

“Di race weekend kamu punya banyak ide, tapi tidak pernah ada waktu mencobanya. Jadi sulit untuk berkembang,” tambahnya.

“Tes seperti ini penting, meskipun kami hanya menguji setengah hari. Feeling meningkat, pace membaik, dan saya sebenarnya bisa lebih cepat dua per sepuluh kalau tidak membuat kesalahan di lap cepat,” ujarnya.

Akhirnya Mulai Mengendarai MotoGP dengan Benar

Cuaca yang buruk membuat program pengujian harus dipangkas, tetapi Bulega tetap merasa progresnya signifikan.

“Saya meningkat di sedikit banyak area. Tapi saya sudah yakin bisa melakukannya asal dapat jam terbang. Di tes ini saya bisa melakukan beberapa lap tanpa stres, memahami motor, dan perlahan muncul rasa percaya diri. Belum 100 persen, karena saya baru datang dari dua race weekendm sementara pembalap lain menjalani satu musim penuh," ungkapnya.

Soal Perbedaan Tenaga antara MotoGP dan SBK?

“Memang terasa, tapi relatif saja karena Valencia itu kecil dan banyak stop-and-go. Itu bukan bagian yang membuat saya kesulitan,” jawab Bulega.

Ditanya apakah nanti SBK akan terasa seperti motor rusak setelah mencoba MotoGP, Bulega tidak menampik kemungkinan itu.

“Bisa jadi! Saya sempat terpikir juga. Mungkin nanti saya merasa seperti berjalan pelan. Tapi, itu cuma soal kebiasaan,” ujarnya.

Bulega juga menyesali tidak bertemu Toprak di lintasan—sesuatu yang menurutnya seru jika bisa diabadikan dalam foto.

“Beberapa minggu terakhir membuat saya sangat senang. Kembali ke paddock ini saja sudah membuat saya bahagia, apalagi mengendarai motor tim juara dunia Marc Marquez. Itu benar-benar mimpi,” ujarnya antusias.

Ketika ditanya soal masa depan dan peluang menuju tim pabrikan Lenovo Ducati, Bulega memilih realistis.

“Antrean menuju tim merah itu panjang. MotoGP adalah impian semua pembalap—itu Ferrari-nya dunia balap motor. Tapi terlalu dini untuk membicarakannya. Saya ingin layak mendapatkan tempat itu, bukan untuk dipamerkan ke teman-teman. Jika saya naik ke MotoGP, itu karena saya ingin tampil baik, bukan untuk gaya,” tegasnya.

“Jika Terserah Saya, Saya Siap Mulai Besok!”

Tes MotoGP ini, menurutnya, menjadi langkah penting meskipun ia belum tahu kapan jadwalnya untuk 2026.

“Itu tanyakan ke Dall’Igna. Kalau saya, besok pun sudah siap,” katanya sambil tertawa.

“Tapi Gigi yang menentukan kapan saya akan melakukan tes pertama saya tahun depan,” sambungnya.

Bulega menutup dengan satu kesimpulan sederhana.

“Tes ini membuat saya sadar bahwa saya bisa berkembang. Saya pulang dengan senyum,” pungkasnya.

Editor : Imron Hidayatullahh
#desmosedici #Tes Valencia MotoGP 2026 #Nicolo Bulega #ducati #MotoGP