Radar Jember - Pecco Bagnaia akhirnya bisa menarik napas lega setelah musim 2025 yang melelahkan.
Di tengah rentetan kecelakaan, akhir pekan yang rumit, dan rasa percaya diri yang naik-turun, ia menutup tes MotoGP Valencia dengan catatan waktu ke-10.
Namun, membawa pulang sesuatu yang lebih penting: perasaan positif.
Setelah banyak balapan, Bagnaia untuk pertama kalinya mengaku merasa kembali mampu mengerem keras, masuk tikungan dengan tepat, dan mengelola ban belakang—hal yang selama beberapa bulan terakhir hilang dari dirinya.
Bukan lap super cepat yang membuatnya senang, melainkan fondasi teknis dan mental yang bisa menjadi titik awal menuju musim 2026.
“Soal time attack sebenarnya lap cepat itu bisa saja datang,” ujar Bagnaia.
“Tapi saya membuat kesalahan kecil dan keluar jalur. Tidak masalah—yang penting saya menutup hari ini dengan senyuman,” tambahnya, dilansir Radar Jember dari laman GPOne.
Tes Hari Ini Lebih Baik dari Akhir Pekan Balapan
Meski sempat terjatuh dalam satu-satunya percobaan time attack, Bagnaia tetap menyebut hari itu sebagai langkah maju.
“Hari yang positif, sejak awal semuanya berjalan baik. Pendekatan pertama ke motor 2026 sangat positif. Kami senang,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sensasi berkendara hari ini jauh lebih baik daripada saat balapan di akhir pekan.
“Saya bisa mengerem lebih agresif, masuk tikungan lebih tajam, dan mengelola ban belakang dengan lebih baik. Di balapan terakhir pun saya tak bisa melakukan itu. Ini memberi kami kepercayaan diri besar untuk menghadapi musim dingin,” ujarnya.
Perubahan Kecil yang Memberi Dampak Besar
Bagnaia mengatakan Ducati membuat beberapa perubahan penting yang ternyata bekerja dengan baik.
“Dalam tes, ada yang cocok dan ada yang tidak. Hari ini kami menemukan arah yang tepat,” ungkapnya.
“Tak semuanya bisa dilakukan lebih cepat, karena proses pengembangan selalu bertahap,” katanya.
Dari semua perubahan, aspek elektronik menjadi hal yang paling membuatnya nyaman.
“Motor baru memungkinkan saya mengerem dan menikung seperti yang saya mau. Itu yang paling saya rindukan beberapa pekan terakhir,” ungkapnya.
Lap Spesial Bersama Celestino Vietti
Bagnaia juga sempat menjalani satu setengah lap bersama Celestino Vietti yang mendapat kesempatan menjajal MotoGP.
“Hadiah yang indah dari VR46. Dulu saya juga mendapat kesempatan serupa ketika masih di Moto3. 24 lap di motor MotoGP itu luar biasa, apalagi mencapai 332 km/jam di lintasan lurus Valencia,” ungkap Bagnaia.
Pelajaran dari Musim 2025: Tenang dan Jangan Terburu-buru
Bagnaia menilai banyak masalah musim ini berakar dari kesalahan arah sejak awal, terutama pasca tes Sepang.
“Tahun ini kami sering kesulitan memahami situasi. Balapan Jepang misalnya, sangat sulit diinterpretasikan. Hari ini saya mengerjakan sesuatu yang menurut saya akan sangat berguna untuk tahun depan. Kami harus tetap tenang, tidak terburu-buru memutuskan hal besar, dan melakukan setiap tes dengan jumlah lap yang cukup,” katanya.
Soal Livery dan Aero Baru
Livery perak spesial Ducati Centennial juga mencuri perhatian.
“Warnanya luar biasa. Mungkin akan dipakai di Qatar? Kita lihat saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagnaia mencoba fairing aerodinamika baru, tapi menilai Valencia bukan trek terbaik untuk menilainya.
“Kami perlu mengujinya lagi di Malaysia. Trek ini terlalu lambat untuk benar-benar memahami efek aero,” ugkapnya.
Tentang swingarm baru? “Saya tidak mencobanya, saya tidak tahu. Mungkin ada, tapi bukan untuk saya hari ini,” katanya.
Baca Juga: Hanya Balapan 25 Detik di MotoGP Valencia, Bagnaia Tetap Bertekad Akhiri Karier Bersama Ducati
Tak Peduli Komentar Publik
Ketika ditanya soal Nicolo Bulega yang mencatatkan waktu lebih cepat, Bagnaia tak ambil pusing.
“Saya tidak peduli apa kata orang. Bulega bekerja dengan sangat baik. Saya fokus pada diri sendiri—waktu saya bisa lebih baik kalau saya tidak melakukan kesalahan di time attack,” ujarnya.
Fokus pada Detail, Bukan Revolusi
Menurut Bagnaia, Ducati tidak menguji perubahan besar hari ini.
“Kami lebih banyak mencoba hal-hal kecil: elektronik, penyempurnaan, dan beberapa komponen baru. Ini bukan tes untuk membuat keputusan final, tapi untuk mulai melihat arah motor 2026. Aerodinamika akan jadi area besar, tapi semua harus dilakukan dengan tenang,” pungkasnya.
Editor : Imron Hidayatullahh