Radar Jember - Gala MotoGP Awards 2025 yang seharusnya menjadi penutup manis musim balap justru diwarnai insiden tidak mengenakkan.
Valentino Rossi mendapatkan sorakan dan siulan keras dari sebagian penonton setiap kali wajahnya muncul di layar selama acara berlangsung.
Acara penghargaan ini sebelumnya berjalan meriah.
Para pembalap dari Moto3 hingga Moto2 naik panggung untuk menerima medali atas pencapaian mereka.
Di kelas Moto3, Jose Antonio Rueda meraih emas sebagai juara dunia, disusul Angel Piqueras (perak) dan Máximo Quiles (perunggu).
Sementara di Moto2, Diogo Moreira mengunci gelar juara dunia dengan Barry Baltus di posisi ketiga dan Manu Gonzalez sebagai runner-up.
Namun, sorotan utama malam itu tetap tertuju pada sesi penganugerahan penghargaan MotoGP, terlebih di tengah era baru olahraga ini di bawah kendali Liberty Media.
Dalam segmen pemilihan “overtake terbaik tahun ini”, panitia menayangkan momen-momen aksi terbaik dari Marc Marquez, Fermin Aldeguer, hingga pertarungan sengit melawan Pedro Acosta.
Muncul Rossi, Muncul Pula Siulan
Ketika layar menampilkan gambar Valentino Rossi, suasana langsung berubah.
Penonton memberikan reaksi negatif yang keras, mengulang bahkan mempertebal ketegangan lama yang berasal dari konflik 2015 antara Rossi dan Marquez.
Fakta bahwa Marquez tahun ini menyamai jumlah gelar juara dunia Rossi ikut membuat tensi semakin panas di kalangan fans.
Insiden itu berulang beberapa kali, memicu perbincangan hangat di media sosial dan di antara para tamu.
Respons Marc Marquez: Tegas tapi Elegan
Saat menerima penghargaan untuk kategori “Best Overtake of the Year”, Marc Marquez mengambil kesempatan untuk menanggapi situasi tersebut.
Alih-alih larut dalam euforia atau membiarkan provokasi itu berlalu, juara dunia 2025 ini memberikan pesan menyejukkan.
“Yang bisa saya minta hanyalah: tolong, hormati semua orang,” ucap Marquez dari atas panggung.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah, menjadi penegasan bahwa Marquez memilih berdiri sebagai sosok dewasa di tengah perseteruan antar-fans yang tak kunjung padam bertahun-tahun.
Saat ejekan semakin sering muncul di ajang-ajang besar, sikap Marquez malam itu dianggap sebagai contoh penting bahwa MotoGP layak menjadi ruang sportivitas—bukan permusuhan.
Editor : Imron Hidayatullahh